Bali United, Destinasi Baru Pariwisata di Pulau Dewata

Prestasi gemilang Bali United tak lepas dari dukungan luar biasa suporter mereka

Diterbitkan 07 Februari 2018, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri senang bukan main atas dukungan luar biasa publik Bali kepada klub yang dibinanya. “Jadi, keputusan kami memindahkan home base ke Bali tak salah. Sangat luar biasa antusias suporter di sini member dukungan kepada kami,” kata Yabes di Denpasar, Rabu (7/2/2018).

Yabes sadar saban klubnya bertanding, ratusan orang berperawakan bule penuh sesak utamanya di tribun VIP. Bagi dia, itu adalah magnet luar biasa dari performa apik Bali United. Pada dasarnya, turis yang datang ke stadion menyaksikan Bali United berlaga adalah mereka yang gila olahraga mengolah si kulit bundar di negaranya.

Kiper Bali United, Wawan Hendrawan, saat pertandingan melawan Madura United pada laga Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, (3/2/2018). Bali United menang adu penalti 5-4 atas Madura United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

 

Tentu saja hal itu menjadi peluang bagi Yabes, tak hanya untuk menarik kepercayaan sponsor, tetapi juga mengembangkan klub Bali United menjadi makin professional dan berkibar di kancah internasional membawa nama Indonesia.

“Kami menyadari potensi dukungan luar biasa dari turis mancanegara. Maka dari itu, semua akun social media, website resmi maupun TV kami diupayakan dua bahasa, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia,” ujarnya.

Yabes senang jika pada akhirnya Bali United dapat menjadi destinasi baru wisatawan dalam konteks sport tourism. Jika pada akhirnya Bali United menjelma menjadi sport tourism, Yabes cukup senang dan siap membuka diri.

Bahkan, motivasi itulah yang ia harapkan sejak awal memutuskan memindahkan home base ke Bali. “Kami cukup senang jika menjadi sport tourism. Sejak awal kami memang ingin membangkitkan industri sepakbola Bali yang telah sekian lama mati. Jika pada akhirnya ekspektasi kami lebih daripada itu, mampu menjadi destinasi baru wisata dalam konteks sport tourism, tentu sangat senang,” katanya.

Hanya saja, sejauh ini belum ada komunikasi dari Kementerian Pariwisata berkaitan hal itu, meski potensi Bali United cukup besar. “Belum ada komunikasi. Tapi kalaupun ada komunikasi, dengan senang hati,” paparnya.

Dampak Perekonomian

Di sisi lain, perekonomian warga cukup menggeliat di sekitar Stadion Kapten I Wayan Dipta Ginyar. Lagi-lagi Yabes mengucap syukur jika kehadiran Bali United membawa berkah luas bagi masyarakat sekitar. “Tentu kami senang jika pada akhirnya kami memberikan dampak positif bagi bergeliatnya perekonomian warga sekitar,” ucapnya.

Di dalam stadion sendiri perputaran ekonomi cukup tinggi. Rata-rata kehadiran penonton tiap kali Bali United berlaga 15 ribu suporter. Bahkan, hampir tiap pertandingan stadion selalu full.

Belum lagi penjaja makanan yang berjumlah puluhan di dalam stadion, membawa dampak luar biasa bagi perekonomian warga. Kebijakan yang diterapkan oleh PT LIB ini juga merupakan terobosan baru yang komprehensif terhadap industri sepakbola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dewi Divianta, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan