4 Pemain Bintang di Grup E Piala Presiden 2018

Sejumlah pemain andalan para peserta Grup E Piala Presiden.

Diterbitkan 20 Januari 2018, 06:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meskipun berposisi sebagai gelandang serang, torehan Paulo Sergio cukup tajam. Mantan pemain UD Salamanca itu mencatatkan sembilan gol dari 29 pertandingan di musim lalu.

Keahlian Paulo Sergio dalam membobol gawang lawan bakal membuat tugas lini depan Bhayangkara FC kembali mudah. Mengingat, The Guardian telah kehilangan top skornya pada musim lalu, Ilija Spasojevic yang pindah ke Bali United.

Persela Lamongan - Fathullo Fathulloev

Perhelatan Piala Presiden 2018 dapat dimanfaatkan oleh Fathullo Fathulloev untuk membuktikan kualitasnya. Berstatus sebagai personil Tim Nasional (Tajikistan), pemain berusia 27 tahun itu bergabung tanpa melewati seleksi.

Fathulloev merupakan pemain terbaik Liga Tajikistan di musim lalu. Pemain kelahiran 24 Maret 1990 ini berposisi sebagai gelandang serang.

Fathulloev diproyeksikan untuk menggantikan peran Jose Manuel Barbosa Alves yang kontraknya tidak diperpanjang Persela. Namun hingga turnamen Suramadu Super Cup selesai, sang pemain tidak kunjung menunjukkan kualitasnya.

Masalah adaptasi disinyalir membuat Fathulloev belum bersinar sepanjang pramusim. Tentu di Piala Presiden, Fathulloev ingin membuktikan Persela tidak salah merekrutnya.

Arema FC - Dendi Santoso

Arema FC menjadikan Dendi Santoso sebagai kapten tim. (twitter.com/aremafcofficial)

Pengakuan untuk kualitas Dendi Santoso akan tersaji di musim ini. Arema FC bahkan sampai rela mencopot ban kapten yang sebelumnya melingkar di lengan Johan Alfarizi untuk diberikan kepada pemain berusia 27 tahun itu.

Sejak memulai kariernya pada 2008, Dendy tidak pernah berganti kostum. Dia merupakan produk asli Arema FC sejak masa kanak-kanak.

Namun hingga musim lalu, Dendy jarang sekali mendapatkan garansi sebagai pemain inti. Selalu saja dia berada di bawah bayang-bayang pemain yang lebih senior.

Kehilangan Adam Alis dan Esteban Vizcarra membuat Arema FC  bakal bergantung dengan Dendy. Tentu, ini bukan tantangan mudah untuk eks personil Timnas Indonesia U-23 itu. Mengingat, Singo Edan, julukan Arema FC, berstatus sebagai juara bertahan Piala Presiden.

PSIS - Ibrahim Conteh

Ibrahim Conteh menjadi rekrutan asing kedua PSIS Semarang. (instagram/psisfcofficial)

Ibrahim Conteh menjadi pemain asing kedua PSIS Semarang setelah bek asal Serbia, Petar Planic. Gelandang berusia 28 tahun ini sempat membela PS TNI di Piala Presiden 2017.

Namun jelang kompetisi, PS TNI mendepak Conteh. Dengan begitu, gelandang asal Sierra Leone ini menganggur selama semusim sebelum merapat ke PSIS.

Perjuangan Conteh untuk bergabung dengan tim berjuluk Mahesa Jenar ini tidak sia-sia. Setelah mengikuti serangkaian proses seleksi lewat pertandingan uji coba, Conteh berhasil memukau pelatih Subangkit.

Sebagai gelandang serang, Conteh bakal menjadi motor serangan PSIS. Mantan pemain Barito Putera ini dapat menjadikan Piala Presiden untuk unjuk kualitas dan menjawab atas kepercayaan yang diberikan Mahesa Jenar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adiyaksa, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan