Sukses

Status Konsesi Jadi Keuntungan Suzuki di MotoGP 2018

Liputan6.com, Jakarta - Penampilan buruk di MotoGP 2017 menghadirkan berkah tersendiri bagi Suzuki Ecstar menuju musim 2018. Pasalnya, tim pabrikan asal Jepang itu akan kembali menyandang status sebagai konsesi penuh.

Seperti diketahui, MotoGP 2017 adalah musim yang begitu mengecewakan bagi Suzuki. Tak ada satu pun pembalap mereka yang mampu menyumbangkan podium. Mereka jauh tertinggal dari Honda, Yamaha, dan Ducati.

Hal itu yang membuat Suzuki kembali mendapatkan konsesi penuh. Artinya, mereka akan mendapatkan kemudahan dalam jumlah mesin yang disediakan (dari 7 jadi 9), tak akan ada pembatasan tes, dan tak dilarang melakukan pengembangan mesin saat musim berjalan.

Davide Brivio, bos Suzuki, menilai hal tersebut sebagai sebuah keungungan timnya untuk MotoGP 2018. Namun, ia tak melihat hal itu memberikan dampak besar bagi Suzuki.

"Konsesi itu bantuan, tapi saya rasa itu bukan perubahan drastis bagi kami. Sangat membantu karena kita bisa lebih banyak tes. Tapi sebenarnya tak banyak waktu yang harus dilalui karena kalender sudah sangat padat. Keuntungan terbesar mungkin kami bisa mengembangkan mesin sepanjang musim," kata Brivio, dilansir Speedweek.

 

2 dari 2 halaman

Indikasi Positif

Davide Brivio yakin Suzuki bersaing di MotoGP Malaysia (istimewa)

Sejatinya, Suzuki sendiri mampu memperlihatkan indikasi positif pada tes MotoGP, November 2017. Pada hari pertama tes di Sirkuit Jerez, Spanyol, Andrea Iannone tampil sebagai yang tercepat usai mengukir waktu 1 menit 38,280 detik. Pada hari kedua, Iannone menempati urutan keempat dan Rins di posisi keenam.

Pada hari ketiga, Iannone sukses kembali menempati urutan teratas. Bahkan, catatan waktunya jauh lebih baik dari sebelumnya, yakni 1 menit 38,030 detik. Rins juga mampu mengintai dari urutan keempat.

"Kami tak akan benar-benar memiliki mesin baru untuk 2018. Versi yang akan kami bawa ke (tes) Sepang adalah evolusi dari mesin yang diuji di Valencia. Kami mencoba bagian yang berbeda secara terpisah, seperti mesin, sasis, dan hal lain," tegas Brivio.