Deretan Wakil Indonesia yang Raih Gelar Super Series pada 2017

Siapa saja wakil Indonesia yang mampu menyumbangkan gelar super series pada 2017?

Diterbitkan 26 Desember 2017, 16:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2. Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir (2 Gelar)

Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, masih menjadi salah satu andalan Indonesia pada 2017. Pasangan senior tersebut mampu menyumbangkan gelar pada event-event penting, satu di antaranya pada Kejuaraan Dunia 2017. 

Di kancah super series, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet tersebut mempersembahkan dua gelar. 

Tontowi/Liliyana menjadi juara di Indonesia Open Super Series Premier dan Prancis Terbuka Super Series Premier. Kemenangan Owi/Butet di Indonesia Open juga terasa sangat spesial. 

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mematahkan kutukan pada ajang Indonesia Open. Enam kali turun di Indonesia Open, peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu hanya mampu dua kali berstatus runner up, yaitu pada tahun 2011 dan 2012.

 

 

3. Praveen Jordan / Debby Susanto (1 Gelar)

Prestasi ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto, pada 2017 bisa dibilang jauh dari memuaskan. Juara All England 2016 tersebut tampil tak konsisten. 

Namun, Praveen/Debby masih mampu mempersembahkan satu gelar super series. Titel tersebut dipersembahkan Praveen/Debby dari ajang Korea Terbuka Super Series. 

Gelar diamankan Praveen/Debby setelah mengalahkan ganda China, Wang Yilyu/Huang Dongping, 21-17 dan 21-18. Praveen/Debby juga berhasil melaju ke partai puncak Australia Terbuka Super Series. Tapi, di pada partai puncak mereka takluk dari ganda China, Zheng Siwei/Chen Qingchen.

4. Anthony Sinisuka Ginting (1 Gelar)

Sektor tunggal putra masih menjadi pekerjaan rumah bagi PBSI pada 2017. Hingga penutup tahun, belum ada tunggal putra Indonesia yang mampu menembus peringkat 10 besar BWF. 

Namun, tunggal putra bukannya tanpa prestasi sama sekali. Sektor ini mampu mempersembahkan satu titel super series melalui Anthony Sinisuka Ginting. 

Anthony merengkuh gelar tersebut pada ajang Korea Terbuka Super Series. Menariknya, di final dia berhadapan dengan sesama pemain Indonesia, Jonatan Christie. 

Anthony berhasil menjadi kampiun Korea Terbuka setelah mengalahkan Jonatan dengan skor 21-13, 19-21 dan 22-20.

5. Greysia Polii / Apriyani Rahayu (1 Gelar)

Kejutan besar datang dari ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Baru dipasangkan menjelang pertengahan tahun, Greysia/Apriyani mampu menggebrak.

Mereka berhasil mempersembahkan gelar di ajang Prancis Terbuka Super Series. Itu gelar super series pertama bagi pasangan Greysia/Apriyani.  

Pada Hong Kong Terbuka Super Series, Greysia/Apriyani juga hampir meraih gelar kedua. Sayangnya, mereka terpaksa mengakui keunggulan ganda China, Chen Qingchen/Jia Yifan, di partai puncak. 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan