Bulu Tangkis: Tak Ada Promosi dan Degradasi Pelatih Pelatnas PBSI

Promosi dan degradasi hanya untuk atlet bulu tangkis Pelatnas PBSI.

Diterbitkan 24 Desember 2017, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Susy Susanti menyatakan jajaran pelatih tidak masuk dalam surat keputusan (SK) promosi serta degradasi komposisi pemusatan latihan nasional.

"Jadi SK ini sementara adalah untuk promosi dan degradasi atlet saja, tidak termasuk dengan pelatih. Dan kalau ada SK, pasti kita pisahkan satu-satu, tidak akan sama," kata Susy di Jakarta, baru-baru ini, seperti dinukil dari Antara.

Meski demikian, mantan ratu bulu tangkis dunia tersebut menyatakan evaluasi terhadap para pelatih akan tetap ada dengan kemungkinan perombakan. Akan tetapi, ia enggan menyebutkan nama-nama yang dimaksud jika ada perombakan, termasuk kepala pelatih tunggal putri yang saat ini masih lowong.

"Nanti kita lihat saja, karena SK kan belum keluar semua. Untuk pelatih mungkin dibereskan awal 2018 nanti, termasuk kepala tunggal putri yang merupakan pekerjaan rumah saya. Mudah-mudahan 2018 saat masuk nanti komplet semua," ucap Susy.

 

Belum Ditandatangani

Hendra Setiawan (belakang) akan kembali ke Pelatnas PBSI pada 2018 dan berpasangan dengan Mohammad Ahsan. (Humas PBSI)

Isi SK promosi dan degradasi hingga kini masih belum bisa dipaparkan oleh PBSI. Sebab, surat yang telah disampaikan kepada Ketua Umum PBSI Wiranto itu masih belum ditandatangani sang nakhoda.

Akan tetapi, Susy menjelaskan tak kunjung terbitnya SK tersebut bukan karena adanya keberatan-keberatan atas usulan dalam draf tersebut.

"Tidak ada kendala kok, kan sudah dirundingkan dengan semuanya, tidak ada kesulitan atau kendala apapun, ini tinggal administrasi saja," ujarnya.

Diumumkan Akhir Tahun

Terkait pengumuman siapa-siapa saja atlet yang terkena promosi dan degradasi, Susy masih belum bisa memberikan waktu pastinya. Namun, dia menegaskan pengumuman tersebut akan berlangsung sebelum 2017 berakhir kendati pelatnas sedang libur Natal dan Tahun Baru pada 23 Desember 2017 hingga 3 Januari 2018.

"Pastinya sebelum akhir tahun sudah ada pengumuman siapa yang akan dipanggil ke pelatnas karena di awal tahun pemain harus sudah masuk pelatnas," tutur Susy.

Adapun sistem promosi-degradasi yang diterapkan PBSI melewati proses yang selektif, yakni dengan parameter prestasi, hasil evaluasi, berapa lama dia di pelatnas, progresnya, usia serta lainya, dan diindikasikan sekitar 20 atlet, tergantung dengan kebutuhannya.

"Alasan besar promosi dan degradasi komposisi pelatnas PBSI adalah untuk meningkatkan prestasi bulu tangkis Indonesia," imbuh Susy.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Carlo Ancelotti Minta Brasil Siap Hadapi Tekanan Jelang Duel Kontra Jepang di Piala Dunia 2026

Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan