Kaleidoskop 2017: 6 Momen Terbaik Sepak Bola Indonesia

Rentetan momen manis mewarnai alur perjalanan sepak bola Indonesia.

Diterbitkan 12 Desember 2017, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Juni 2017, Indonesia dikejutkan dengan talenta remaja 17 tahun asal Medan, Egy Maulana. Dia meraih penghargaan yang pernah dimenangkan dua penggawa Real Madrid, Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.

Egy Maulana, pemain sayap Timnas Indonesia U-19, mendapatkan penghargaan Jouer Revelation Trophee di Turnamen Toulon 2017. Panitia turnamen memberikan penghargaan lebih cepat setelah melihat performa Egy melalui statistik.

Ini menjadi hal yang tak biasa karena biasanya penerima gelar akan mendapat trofi pada akhir turnamen.

Timnas Indonesia U-19 mengakhiri pertarungan di Turnamen Toulon dengan kekalahan 1-2 dari Skotlandia, Selasa (6/6/2017) di Stade Jules-Ladoumègue, Vitrolles, Prancis.

Sensasi Egy Maulana terus berlanjut di Kualifikasi Piala Asia U-19. Dia mampu mencetak lima gol di babak kualifikasi Piala Asia U-19 yang berlangsung di Korea Selatan, 0ktober-November lalu.

Sayangnya, lima gol yang dicetak Egy tak mampu membuat Timnas Indonesia U-19 finis sebagai runner Up. Skuat Garuda Nusantara berada di urutan ketiga dengan enam poin, kalah tiga angka dari Malaysia yang berada di posisi kedua.

Meski gagal di babak kualifikasi, Timnas Indonesia U-19 tetap lolos ke Piala Asia U-19 karena status tuan rumah.

Meroketnya Timnas Indonesia U-16

 

Performa Timnas Indonesia U-16 memuaskan pecinta sepak bola Tanah Air. Mereka lolos ke putaran final Piala Asia U-16 yang berlangsung tahun depan.

Di babak kualifikasi yang berlangsung bulan September lalu, Garuda Asia keluar sebagai juara Grup G, tanpa menelan kekalahan, meraih 12 poin. Menariknya, Timnas Indonesia U-16 mengalahkan tuan rumah sekaligus tim terkuat di Grup G, Thailand, dengan skor 1-0.

Tim besutan Fakhri Husaini itu juga sempat mencatatkan kemenangan besar. Mereka menang 18-0 atas Kepulauan Mariana Utara.

Striker Timnas Indonesia U-16, Sultan Diego Zico juga keluar sebagai top scorer. Jebolan Liga Santri itu mencatatkan 10 gol di babak kualifikasi.

Bhayangkara Juara Liga 1

 

Bhayangkara FC memastikan gelar juara Liga 1 2017 pada pekan ke-33 seusai menang 3-1 atas Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, 8 November 2018. Keputusan kontroversial Komisi Disiplin PSSI mempermulus langkah Evan Dimas dkk. jadi kampiun.

Bhayangkara FC mendapat tambahan dua poin, seusai Mitra Kukar dinyatakan bersalah menurunkan pemain ilegal, Mohamed Sissoko, pada pertandingan yang mempertemukan kedua tim di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (03/11/2017). Sang marquee player berstatus figur yang tengah menjalani skorsing akumulasi kartu.

Skor asli ini adalah 1-1, berubah menjadi 0-3 buat Bhayangkara FC yang berstatus sebagai tim tamu.

The Guardian, julukan Bhayangkara FC, mengakhiri kompetisi Liga 1 dengan 68 poin. Mereka unggul head to head dengan Bali United yang berada di posisi kedua, meski meraih poin sama.

Persebaya Surabaya Promosi ke Liga 1

Setelah kembali diakui PSSI melalui Kongres Luar Biasa PSSI di Bandung, November 2016, Persebaya Surabaya kembali berkompetisi di sepak bola Indonesia. Bajul Ijo, sebutan Persebaya, harus memulainya dari Liga 2.

Tak butuh waktu lama untuk Persebaya kembali ke Liga 1. Setahun setelah diakui PSSI, Bajul Ijo kembali ke Liga 1.

Persebaya keluar sebagai juara Liga 2 setelah mengalahkan PSMS Medang dengan skor 3-2 di Bandung, 28 November 2017.

Tentu saja, ini menjadi titik balik Bajul Ijo. Dalam tujuh tahun terakhir, berbagai macam masalah sempat menghampiri Persebaya. Bahkan, mereka sempat mengalami dualisme pada 2010. Mereka juga sempat diklaim mengikuti kompetisi ilegal akibat turun Liga Premier Indonesia (LPI).

Beberapa tahun berselang, Bonek terus mendesak PSSI agar Persebaya kembali diizinkan untuk mengikuti kompetisi. Pada akhirnya, PSSI mempersilahkan agar tim Bajul Ijo mengikuti kompetisi Liga 2 2017. Tanpa butuh waktu lama, mereka langsung menyabet tiket promosi ke Liga 1.

Rekor Top Scorer Sepak Bola Indonesia Pecah

 

Akhir Oktober 2017, striker Bali United, Sylvano Comvalius mencetak dua gol ke gawang Sriwijaya FC yang membuatnya mengumpulkan 35 Liga 1, sekaligus memecahkan rekor Peri Sandria.

Comvalius sukses mematahkan rekor Peri Sandria yang sudah bertahan 22 tahun. Ketika itu Peri Sandria melesakkan 34 gol selama satu musim dengan balutan jersey Mastrans Bandung Raya. Peri Sandria merupakan striker yang juga jadi bagian skuat timnas saat memboyong medali emas SEA Games 1991 di Filipina.

Total, Comvalis berhasil mencetak 37 gol untuk Bali United pada Liga 1 2017. Sayangnya, dia tidak tertarik melanjutkan kariernya di Liga Indonesia. Dia memilih bergabung dengan klub Thailand, Suphanburi FC.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan