Firman Utina Bikin Turnamen Usia Dini

Firman Utina mengungkapkan ambisi besarnya untuk berkontribusi di sepak bola level usia dini.

Diterbitkan 25 November 2017, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Kalau latihan tanpa ada kompetisi percuma. Di sini, Firman Utina dengan kemampuan dan pengalamannya akan menyumbangkan dan menyiapkan diri untuk berbuat yang baik untuk sepakbola," ucap Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta.

"Ini sesuatu yang positif dan semoga diikuti oleh pemain-pemain top lainnya. Sebab apapun ilmu di lapangan, kalau tidak disalurkan ke generasi kita rasanya juga tidak punya nilai manfaat yang tinggi," ucap Isnanta.

Pembenahan Infrastruktur

Firman Utina menyoroti infrastruktur yang tersedia untuk membina sepak bola usia dini. Indonesia kekurangan infrastruktur yang layak untuk dipakai anak-anak bermain bola, meski kurikulum pendidikan olahraga ini sudah diseragamkan PSSI.

"Banyak yang perlu dibenahi. Bukan hanya infrastuktur tapi cara main anak-anak seperti dasar-dasar dalam sepak bola yakni passing, kontrol bola yang baik, cara menerima yang baik, dan sebagainya," ucap Firman.

"Mereka juga butuh gerak motorik yang bagus sehingga pada saat mereka main di level senior mereka merasa sudah dapat ilmunya dan tinggal melanjutkan," tuturnya.

 

Filanesia

PSSI telah bekerja sama dengan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) agar filosofi sepakbola Indonesia (filanesia) sejak level sekolah dasar. Buku Filosofi Sepakbola yang baru diluncurkan bakal jadi pedoman dalam membangun karakter sepakbola Indonesia di masa mendatang.

"Kurikulum saya rasa tak beda jauh. Saya ikut mendukung karena biar kita satu kiblat, biar gampang, kita punya kurikulum yang kita ikuti," ujar Firman Utina.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Risa Kosasih, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan