5 Pembelian Klub Berujung Petaka

Chelsea maupun City kini menjadi klub menakutkan di Inggris maupun Eropa

Diterbitkan 23 November 2017, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Cellino telah bertanggung jawab atas Cagliari selama 22 tahun. Dalam masa jabatan itu, dia mencatatkan 36 pelatih. Dia juga didakwa dengan masalah penggelapan dana pembangunan stadion Cagliari.

Jelas, Cellino bukanlah pilihan terbaik untuk mengembalikan Leeds ke kejayaan sebelumnya. Namun, GFH Capital sepakat untuk menjual 75% sahamnya ke perusahaan Cellino, Eleonora Sports Ltd pada tahun 2014. Dia menjanjikan promosi ke Liga Inggris, tapi gagal dalam memenuhinya.

Liga melarang dia dari jabatan ketua karena kasus penghindaran pajak yang harus dihadapi di Italia. Pada tahun 2015, Cellino dibersihkan dari segala tuduhan untuk kembali ke posisinya di klub.

Bersama Leeds, Cellino memecat enam manajer dalam kurun waktu dua tahun. Namun, dia akhirnya menjual klub tersebut saat berada dalam utang yang besar kepada Andrea Radrizzani pada Mei 2017.

Ahsan Ali Syed (Racing Santander)

"Kenapa bukan klub kecil di pantai Cantabria?" Itu adalah kata-kata pertama Ahsan Ali Syed, yang menyelesaikan peralihan kepemilikan Racing Santander pada Januari 2011. Segera setelah kesepakatan tersebut, CEO Western Gulf Advisory berjanji kepada para penggemar untuk membawa klub ke dimensi yang mirip Real Madrid dan Barcelona.

Namun, dengan satu-satunya kedatangan Giovanni Dos Santos dari Tottenham yang dipinjamkan tidak cukup bagi Ali untuk memenuhi janjinya. Ironisnya, Racing menghadapi degradasi setelah satu dekade pada papan atas Spanyol di 2012.

Hal-hal mulai lepas kendali, dan menjadi kebalikan dari apa yang diharapkan semua orang. Para pemain tak digaji dan janji yang dibuat untuk mereka tidak terpenuhi karena Ali menghilang setelah dinyatakan bersalah melakukan penipuan jutaan dolar.

Sejak saat itu, klub mengalami gangguan keuangan dan tidak bisa bangkit kembali. Saat ini mereka masih mendekam di Segunda División B, alias strata ketiga dalam piramida sepak bola Spanyol.

Karl Oyston (Blackpool FC)

Banyak yang terkesan setelah Blackpool mendapat promosi mengejutkan ke Premier League pada 2010. Tiga tahun kemudian, Karl Oyston, sang pemilik tiba-tiba menghilang.

Karl Oyston telah berada di kursi panas sejak 1999. Tentu saja, Blackpool sempat sukses ke Premier League dan bermain dalam satu musim.

Namun, beberapa masalah keuangan membuat Karl Oyston jadi public enemy para pendukung Blackpool. Pebisnis Inggris itu menyalahgunakan keuntungan klub ke kantong keluarga pribadinya. Ketika menggunakan uang untuk akuisisi pemain di bursa transfer, dia lebih memilih datangkan yang berstatus free agent tanpa memperhatikan kualitasnya, daripada menghabiskan uang tunai.

Pada bulan Juli 2014, krisis keuangan menjadi titik nadir baginya. Itu setelah 27 pemain meninggalkan klub karena masalah gaji. Namun, itu tak sama sekali mengganggu Oyston yang tetap bersikeras bertahan.

Hubungan Oyston dengan para penggemar memburuk setelah diam-diam memindahkan patung Stan Mortensen, legenda klub dan satu-satunya pemain untuk mencetak hattrick di final Piala FA (1954). Akibatnya, para pendukung melakukan unjuk rasa dengan keras dalam pertandingan melawan Huddersfield pada babak kedua yang sampai memaksa wasit meninggalkan pertandingan.

Venkys (Blackburn Rovers)

Siapa lagi selain Blackburn? Kisah mereka yang jatuh dari titik tertinggi sepak bola Inggris sangat tragis. Blackburn adalah juara Premier League pertama yang bermain di kasta ketiga sepak bola Inggris.

Penurunan mereka dimulai saat Venky's, perusahaan India dari industri perunggasan, membeli 99,9% sahamnya, sehingga menjadi pemilik tunggal klub tersebut.

Blackburn telah menjadi salah satu tim yang ditakuti selama sebelas tahun sebelum pemilik India memutuskan untuk berbelanja secara royal. Terlepas dari janji palsu yang dibuat seperti mencoba menandatangani Ronaldinho, Venkys telah menghancurkan stabilitas klub dengan menunjuk tujuh manajer sejak memimpin

Ironisnya, klub telah terjun bebas alias bangkrut serta terlilit utang lebih dari 100 juta dolar AS. Sangat disayangkan, lantaran Blackburn pernah menghasilkan sejumlah legenda, seperti Alan Shearer dan Chris Sutton. (Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Achmad Yani Yustiawan, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Manchester City sukses mengganggu dominasi Manchester United dalam beberapa musim belakangan karena akusisi yang dilakukan oleh Sheikh Manso
    Manchester City menjadi salah satu klub elite Liga Inggris dalam 1 dekade terakhir
    Manchester City
  • Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Semua berita tim, statistik tim, transfer pemain dan lainnya tentang Chelsea FC yang memiliki julukan The Blues
    Chelsea
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris