5 Teori Konspirasi di Dunia Sepak Bola

Barcelona sempat dianggap sebagai anak emas UEFA karena sering dibantu wasit

Diterbitkan 09 November 2017, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

UEFALONA

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Barcelona acap dijadikan kambing hitam karena selalu dibela oleh wasit. Mereka telah merebut segalanya, mulai La Liga, Liga Champions, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antar-klub.

Namun, mereka sering dituduh dibantu oleh wasit dalam pertandingan tingkat atas. Fakta bahwa kemenangan semifinal Barcelona melawan Chelsea masih diingat karena kepemimpinan Tom Henning Ovrebo yang berat sebelah.

Karena alasan inilah, orang-orang, terutama Jose Mourinho, mulai membuat teori tentang Barca dibantu oleh UEFA karena hubungannya dengan UNICEF. Terlepas dari fakta itu, tak bisa dibantah memang Barcelona merupakan salah satu tim paling sukses dunia dalam satu dekade terakhir.

Piala Dunia 1958 Hoax

Piala Dunia 1958 merupakan asal mula calon legenda berusia 17 tahun, Pele. Pemain asal Brasil itu membuat menjadi buah bibir dan mencetak gol kemenangan 5-2 di final melawan tuan rumah Swedia.

Tapi inilah bagian yang menyenangkan. Menurut seorang sejarawan Swedia, Bor Jacques de Waern, Piala Dunia 1958 adalah palsu.

Dia mengklaim bahwa Piala Dunia tidak terjadi di Swedia, melainkan di Amerika Serikat sebagai bagian dari percobaan CIA untuk menguji kekuatan program televisi di atas massa. Dalam sebuah film dokumenter yang dirilis pada tahun 2002 bernama Konspiration 58, disutradarai oleh Johan Lofstedt, Bor menyarankan agar bangunan di latar belakang stadion tidak terlihat seperti di Swedia dan pertandingan tersebut terjadi di Amerika.

"Amerika Serikat perlu menguji kekuatan televisi untuk memengaruhi orang. Tepat setelah Piala Dunia 1958, saya mulai mengumpulkan ribuan dokumen, foto dan teks. Saya menemukan satu demi satu yang menunjukkan fakta aneh bahwa Piala Dunia 1958 tidak pernah terjadi," kata De Wærn, yang bekerja di arsip nasional Swedia selama lebih dari dua puluh tahun.

Messi dan Iniesta Dianggap Agen Pemberontak

Andres Iniesta bekerja sama dengan versi terbaik Lionel Messi selama beberapa musim terakhir. Keduanya memiliki kekuatan untuk mengubah dunia dan menyulap sepak bola dengan indah.

Namun, menurut saluran TV Suriah, justru inilah kemampuan yang digunakan Messi dan Iniesta untuk menghipnotis para penonton sambil memberikan kode kepada pemberontak Suriah tentang penyelundupan senjata. Jelas ini merupakan pernyataan yang sangat mengejutkan.

Ternyata, struktur giringan bola keduanya dan Pedro Rodriguez pada 2012 mengungkapkan rute terbaik untuk menyelundupkan senjata ke Suriah. Ini dilaporkan setelah laga El Clasico pada bulan Maret tahun itu.

Saat itu, Iniesta memulai sebuah langkah dan meneruskan bola ke Messi, yang menggiring bola melewati sejumlah pemain Real Madrid untuk mengirim bola bagi Pedro Rodrguez untuk mencetak gol. Seluruh gerakan itu dikatakan telah menggambarkan rute yang paling aman untuk menyelundupkan senjata dari Libanon ke Suriah. (Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Achmad Yani Yustiawan, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • liputan6
    UEFA atau Union of European Football Associations, dalam bahasa Indonesia disebut Uni Sepak Bola Eropa,
    UEFA
  • Konspirasi