Gara-Gara Narkoba, Karier 5 Bintang Sepak Bola Ini Hancur

Legenda MU masuk dalam daftar ini.

Diperbarui 25 November 2020, 23:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam dunia olahraga mana pun, para atlet jelas terlibat dengan obat. Namun, jangan sampai penggunaan obat ini malah disalahgunakan.

Dunia gemerlap di luar sepak bola dapat membuat para pemain terjerumus. Selain kehidupan malam, zat adiktif atau narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) jadi penghancur karier pemain.

Seorang pesepak bola sejatinya harus sehat fisik dan jasmani. Bukan hanya itu saja, mereka dituntut harus memiliki kekuatan fisik di atas rata-rata manusia biasa.

Dana melimpah yang diperoleh dari gaji sering kali membuat para pesepak bola lupa diri. Selain itu, frustrasi di lapangan juga turut memengaruhi kehidupan mereka.

Terdapat para pemain yang terjerumus karena pengaruh obat-obatan terlarang. Hasilnya, karier mereka hancur. Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda.

5. Mark Bosnich

Karier Mark Bosnich sempat mengundang kontroversi, seperti pelanggaran aneh pada Jurgen Klinsmann yang lebih mirip dengan UFC. Namun, sebenarnya dia sangat istimewa. Contohnya kala Bosnich membantu Aston Villa meraih Piala Liga pada 1993/94 dan 1995/96.

Bosnich kemudian pindah ke Manchester United pada 1999, dan seharusnya menjadi penerus Peter Schmeichel. Meskipun musim pertama dimulai dengan baik, hal-hal segera menjadi buruk saat MU kedatangan Fabien Barthez.

Akhirnya, Bosnich dilepas ke Chelsea dengan status bebas transfer pada Januari 2001. Seharusnya dia masih berada di posisi prima mengingat masih berusia 29 tahun, cukup muda untuk kiper.

Masalah dengan kebugarannya membuat dia keluar sampai 2001/02. Saat kembali, Bosnich dinyatakan positif kokain dan dilarang bermain sembilan bulan serta dipecat oleh Chelsea. Dari sana, pemain asal Australia itu tidak terkendali dan benar-benar kecanduan kokain.

Dia bahkan sampai pada titik menghabiskan sekitar 5 ribu pound sterling seminggu untuk obat tersebut. Bosnich menghabiskan lima tahun dalam gemerlap kokain dan mengakhiri kariernya dengan hanya 12 laga profesional sebelum pensiun.

4. Adrian Mutu

Adrian Mutu merupakan pemain lain yang kariernya hancur oleh penggunaan kokain. Padahal, striker Rumania itu sangat mengesankan, mulai dari perkuat Dinamo Bucharest, dengan mencetak 22 gol dalam 33 pertandingan sebelum pindah ke Italia dengan Inter Milan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dia sempat melakukan langkah besar ke Chelsea dengan harga sekitar 16 juta euro pada Agustus 2003. Ketika Jose Mourinho mengambil alih Chelsea untuk 2004/05, Mutu dinyatakan positif kokain pada September 2004. Dia lalu dipecat Chelsea dan akhirnya dilarang tampil selama tujuh bulan. Meskipun demikian, klub-klub Italia masih bersedia memberinya kesempatan. Dia pindah ke Juventus, dan kemudian ke Fiorentina saat Nyonya Tua terdegradasi karena skandal Calciopoli tahun 2006. Mutu terbukti menjadi buah bibir di Fiorentina. Namun ternyata ia masih merupakan bom waktu lantaran kembali ditangkap karena pelanggaran doping lain pada 2010. Kali ini, ia menggunakan stimulan yang dilarang. Ini membuatnya mendapat larangan enam bulan lagi, dan saat kembali ke sepak bola, kariernya mulai tak jelas.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi Wicaksono, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan