3 Pemilik Nomor 10 Paling Sukses di AC Milan

Calhanoglu diharapkan bisa mengulang kesuksesan gelandang AC Milan yang meraih banyak trofi ketika memakai no. 10.

Diterbitkan 13 Agustus 2017, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Milan - AC Milan baru saja mengumumkan daftar nomor punggung yang yang dipakai para pemainnya untuk musim 2017/2018. Salah satu pembelian paling penting Milan mendapat nomor keramat.

Dalam laman resmi klub dijelaskan playmaker anyar Rossoneri, Hakan Calhanoglu mendapat tanggung jawab untuk memakai nomor 10. Calhanoglu meneruskan kostum yang pernah dipakai Keisuke Honda musim lalu.

"Nomor 10 kami, salah satu kaus paling mencolok yang kami hubungkan dengan prestise dan tanggung jawab, akan dikenakan oleh Hakan Calhanoglu," tulis situs klub tersebut.

"Dia salah satu pemain penting dalam jendela transfer musim panas ini yang direkrut oleh Marco Fassone dan Massimiliano Mirabelli."

Calhanoglu diharapkan bisa mengulang kesuksesan gelandang AC Milan yang meraih banyak trofi ketika memakai no. 10. Sebelum Honda dan Kevin-Prince Boateng, Diavolo pernah berjaya dengan Clarence Seedorf, Rui Costa, Zvonimir Boban, sampai Gianni Rivera.

Liputan6.com mencoba merangkum tiga pemilik nomor 10 paling sukses yang pernah dimiliki AC Milan. Mereka sudah meraih segalanya yang diimpikan pesepakbola top dunia, mulai dari gelar domestik hingga Liga Champions.

Berikut ulasannya.

Rivera

1. Gianni Rivera

Gianni Rivera menjadi pemain paling penting Milan pada era 1970-an. Dia dipercaya memakai nomor punggung 10 sejak 1973 hingga 1977.

Bersama Rossoneri pemain berjuluk The Golden Boy tersebut meraih gelar Serie A tiga kali, empat trofi Coppa Italia, dua Piala Winners, dua Liga Champions, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub.

Di level timnas sang pemain membawa Italia juara Piala Eropa 1968 dan runner-up 1970. Rivera juga mengoleksi gelar individu dengan trofi Ballon d'Or (1969) dan pencetak gol terbanyak Serie A musim 1972/1973.

Boban

2. Zvonimir Boban

Boban juga merupakan salah satu pemain paling sukses di Milan. Dia membawa Rossoneri meraih Scudetto empat kali (1992–93, 1993–94, 1995–96, 1998–99), juara Copa Italia tiga kali, satu trofi Liga Champion dan Piala Super YEFA.

Di level timnas, Boban membawa Yugoslavia juara Piala Dunia U-20 dan runner-up Piala Erioa U-21 pada 1990. Tapi ketika membela timnas Kroasia di level senior, Boban mampu membawa negaranya finis di peringkat tiga Piala Dunia 1998.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sebagai komentator dan pandit, Boban telah dikenal jujur dan blak-blakan. Dia terus mengikuti perkembangan klub lamanya, dan sempat mengatakan Milan mengalami kemunduran. Dia pernah mengklaim bahwa Milan mengalami kemunduran, setelah kehilangan pemain terkuat mereka Ricardo Kaka. Padahal Kaka mengatakan keinginannya untuk tetap bertahan di San Siro.

Halaman
Show All
Risa Kosasih, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan