Kisah Neymar (3): Ekspor Terbaik Santos untuk Eropa

Neymar tinggalkan Santos untuk membela Barcelona tahun 2013.

Diterbitkan 04 Agustus 2017, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Generasi Robinho, yakni Elano dan Diego Ribas, juga tidak berkembang. Capaian terbaik Elano hadir bersama Shakhtar Donetsk. Sedangkan Diego malang melintang bersama FC Porto, Werder Bremen, Juventus, VfL Wolfsburg, Atletico Madrid, dan Fenerbahce, tanpa mampu mengukuhkan diri sebagai pilihan utama.

Rekan Neymar, Ganso, sebenarnya juga memiliki peluang. Memiliki gaya playmaker klasik, dia diprediksi bisa mengikuti jejak Kaka jika pindah ke Eropa.

Namun, meski sempat dikaitkan dengan beberapa tim besar, salah satunya AC Milan, Ganso justru pindah ke Sao Paulo, satu tahun sebelum Neymar pergi ke Barcelona. Di sana kariernya berjalan di tempat.

Ganso baru menjajal Eropa bersama Sevilla tahun lalu. Kinerjanya pun tidak terlalu baik. Dia hanya bermain 11 kali pada 2016/2017.

Pemain Lain Masa

 

Pele seb

enarnya bisa menantang Neymar. Namun, raja sepak bola Negeri Samba itu memilih menghabiskan mayoritas karier di Santos dan tidak pernah ke Eropa.

Kalaupun mengadu nasib di negara lain, Pele memilih berpetualang ke Amerika Serikat. Dia melakukannya untuk membantu Negeri Paman Sam mempromosikan sepak bola pada 1975, ketika sudah berumur 35 tahun.

Pele, bersama New York Cosmos, berhasil mempopulerkan North American Soccer League, dan mendorong kedatangan bintang-bintang Eropa yang menginjak usia pensiun, di antaranya Johan Cruyff, Franz Beckenbauer, hingga George Best.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Edu Krisnadefa, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan