6 Momen yang Bikin Pesepak Bola Hebat Berurai Air Mata

Ada juga beberapa pesepakbola yang terbawa perasaan terlalu jauh.

Diterbitkan 21 Februari 2017, 08:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

John Terry- Chelsea

Kapten Chelsea John Terry sudah merasakan banyak pengalaman dalam kariernya. Dia telah menjadi pemimpin besar di lapangan untuk satu-satunya klub yang pernah ia kenal sepanjang hidupnya.

Terry telah membantu Chelsea memenangkan gelar dan pertempuran. Dengan semua keberhasilannya tersebut, dia sebenarnya layak mendapat lencana untuk semua kariernya.

Namun, kontroversi juga tidak pernah meninggalkan perjalanan selama menekuni sepak bola. Tentunya, semua ingat pada tahun 2008 di final Liga Champions melawan Manchester United.

Terry dianggap telah menyia-nyiakan peluang terbesar bagi Chelsea untuk merebut gelar juara. Saat berlangsung adu penalti, Terry yang mendapat kesempatan melakukan tendangan kelima terpeleset hingga tendangannya mengenai mistar gawang. Hingga akhirnya The Red Devils keluar sebagai juara

Terry menangis dan menangis lagi. Dunia berempati dengannya, tapi trofi bergengsi itu tetap melayang ke klub lain.

Mario Balotelli/Italia

Striker Italia Mario Balotelli tak mampu menahan air mata ketika negaranya kalah di final Piala Eropa 2012 melawan Spanyol. La Roja, julukan lain Spanyol, mengklaim layak menjadi pemenang. Namun Super Mario juga berpikir negaranya layak juga menang.

Dia terisak tak terkendali setelah pertandingan. Itu terus berlanjut bahkan setelah mendapatkan pelukan dari orang tua angkatnya.

Ambisi Balotelli untuk membahagiakan dua orang tercinta sepanjang hidupnya sirna. Italia kalah telak 0-4 dari Spanyol yang keluar sebagai juara Piala Eropa 2012.

Pemandangan tak biasa terjadi usai pertandingan itu. Balotelli yang sering terlihat jahil dengan wajah seramnya itu mengeluarkan air mata. Bahkan, ibunya sendiri, Rose, tak percaya kalau Balotelli mengeluarkan air mata di lapangan hijau.

Iker Casillas- FC Porto/Real Madrid

Iker Casillas telah bermain untuk Real Madrid sepanjang hidupnya hingga akhirnya Presiden klub Fiorentina Perez mengatakan kepadanya bahwa ia harus pindah untuk membuka jalan bagi pemain baru.

Dia telah menikmati banyak kenangan saat bermain di Santiago Bernabeu dengan memenangkan semua trofi yang tersedia di sepak bola. Ketika akan keluar untuk mengucapkan selamat tinggal, ia hanya menangis di depan kamera. Ini adalah momen yang sangat emosional bagi siapa saja yang mencintai Saint Iker.

"Saya datang ke stadion besar ini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kalian semua," katanya. "Terutama untuk para penggemar Madrid. Sekarang saya akan menjadi pemain Porto. Aku pindah ke Porto karena berbagai alasan.''

"Terima kasih kepada fans Madrid atas dukungan mereka, membantu saya mengangkat setiap trofi, bersama saya di saat-saat baik dan saat-saat buruk.

"Terima kasih. Terima kasih. Seribu terima kasih. Di mana pun aku pergi, aku akan selalu berteriak Hala Madrid."

Xavi Hernandez- Barcelona

Xavi Hernandez sudah mencapai segala sesuatunya di Barcelona. Dia melakukan debutnya saat Barcelona dilatih Louis Van Gaal, untuk kemudian tidak akan pernah melihatnya kembali.

Dia menikmati musim akhir besar di Camp Nou. Xavi Hernandez membantu Barcelona memenangkan treble di bawah bos baru Luis Enrique. Ia kemudian meninggalkan klub kesayangannya pada 2014.

Xavi mengucapkan selamat tinggal kepada klub dan fans Barcelona di seluruh dunia dalam sebuah wawancara yang sangat emosional dengan media.

"Saya mencoba untuk mengendalikan emosi saya, tapi pada akhirnya itu tidak mungkin," katanya

"Aku akan merindukan segalanya tentang Barca. Aku akan merindukan Barcelona lebih dari Barcelona merindukanku."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Fadjriah Nurdiarsih, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan