5 Striker Terburuk dalam Sejarah Liga Inggris

Andriy Shevchenko masuk dalam penyerang terburuk dalam sejarah Liga Inggris.

Diterbitkan 10 Februari 2017, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Diego Forlan

Diego Forlan memenangkan Pichichi atau penghargaan untuk pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol sebanyak dua kali. Dia juga memenangkan Sepatu Emas Eropa dan Golden Ball Piala Dunia bersama Timnas Uruguay. Namun, prestasi Forlan saat bermain untuk Manchester United (MU) justru meredup.

Forlan mendapatkan status striker menakutkan di Argentina setelah bersama Independiente mencetak 40 gol dalam 91 laga. Performanya itu membuat MU tertarik dan memboyongnya ke Old Trafford pada 2002 dengan nilai transfer hampir tujuh juga pound.

Tenaga Forlan ketika itu sangat dibutuhkan MU yang tengah bersaing dengan Arsenal untuk gelar Liga Inggris. Klub berjuluk Setan Merah butuh striker yang memiliki naluri gol yang bagus. Namun, Forlan hanya mampu mencetak 10 gol dari 63 laga. Dia kemudian dijual ke Villareal dua musim kemudian.

3. Afonso Alves

Afonso Alves tampil luar biasa bersama Heerenveen di Liga Belanda pada musim 2006-07. Striker asal Brasil itu mencetak 34 gol dari 31 dari laga di musim pertamanya itu. Di musim berikutnya ia mencetak 11 gol dalam delapan laga. Total 45 gol yang dibuatnya dalam 39 penampilan.

Torehan tersebut membuat Middlesbrough tertarik untuk membelinya pada pertengahan musim 2007-08. Alves pun langsung memberi kesan yang menjanjikan. Dia mencetak gol ketika Middlesbrough menahan imbang Manchester United 2-2. Alves lalu membuat hattrick dalam kemenangan 8-1 atas Manchester City di akhir musim.

Namun, penampilan Alves di musim berikutnya mengecewakan. Dia hanya mencetak empat gol dalam 31 laga. Total, hanya 10 gol yang dibuatnya dalam 42 penampilan bersama Middlesbrough yang kemudian terdegradasi dari Liga Inggris.

Alves kemudian pindah ke klub Qatar, Al Sadd, dan pensiun pada 2015.

2. Jozy Altidore

Kiprah Jozy Altidore bersama Timnas Amerika Serikat sangat mengagumkan. Ia mencetak 37 gol dalam 100 penampilan. Namun, dia gagal saat bermain di Liga Inggris bersama Hull City dan Sunderland.

Sebelum bermain di Liga Inggris, Altidore sempat memperkuat New York Red Bulls dan mencetak 15 gol dalam 37 laga. Sempat bermain di Liga Spanyol bersama Villareal, ia kemudian dipinjamkan ke Hull City di musim 2009-10. Sayang, dalam 28 laga, dia cuma mencetak satu gol.

Altidore kemudian pindah ke Liga Belanda dan memperkuat AZ Alkmaar di musim 2011-13. Bersama Alkmaar, dia menemukan kembali nalurinya mencetak gol. Sebanyak 39 gol dicetaknya dalam 67 laga.

Torehan itu membuat Sunderland tertarik merekrunya pada musim panas 2013. Namun pada kesempatan kedua bermain di Liga Inggris, ia kembali gagal dan hanya mencetak satu gol dalam 42 laga.

1. Ricky van Wolfswinkel

Ricky van Wolfswinkel bergabung dengan Norwich City dari Sporting CP dengan nilai transfer 8,5 juta pound sterling sebelum musim 2013-14. Ia diharapkan mampu memimpin lini serang Norwich untuk menghindarkan klub terdegradasi dari Liga Inggris.

Harapan Norwich sangat wajar. Sebab, performa Wolfswinkel bersama Sporting dalam dua musim cukup mengagumkan. Dia mencetak 28 gol dalam 55 laga. Sebelumnya di Liga Belanda bersama Vitese dan Utrecht, Wolfswinkel total mencetak 34 gol dalam 99 pertandingan.

Dalam debutnya bersama Norwich melawan Everton, Wolfswinkel langsung mencetak gol. Sayangnya, di laga-laga selanjutnya dia kesulitan mencetak gol. Dari 26 laga di Liga Inggris, ia hanya mencetak dua gol.

Norwich pun tergedradasi dan Wolfswinkel dipinjamkan ke klub Liga Prancis, Saint-Etienne. Sempat bermain untuk Real Batis, ia kemudian kembali ke Liga Belanda dan bergabung dengan mantan klubnya, Vitesse.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Fadjriah Nurdiarsih, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan