Kaleidoskop 2016: Keajaiban Portugal dan Dongeng Islandia

Portugal untuk pertama kali sepanjang sejarah menjadi juara.

OlehThomas
Diterbitkan 28 Desember 2016, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Piala Eropa 2016 menjadi momen bersejarah bagi Portugal. Untuk pertama kalinya mereka berhasil menjadi juara. Secara luar biasa Portugal menjungkirbalikkan prediksi banyak pihak dengan keluar sebagai yang terbaik di turnamen empat tahunan itu.

Sebelum berangkat ke Prancis, Portugal tidak diunggulkan. Penampilan mereka selama babak kualifikasi tak terlalu gemilang. Aksi Portugal di awal Piala Eropa 2016 juga sangat memprihatinkan.

Pada laga pertama, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan dipaksa bermain imbang 1-1 oleh kuda hitam Islandia. Portugal terancam tak lolos ke babak 16 besar setelah pada partai kedua Grup F di tahan Austria tanpa gol.

Keberuntungan berpihak kepada Portugal. Mereka tetap lolos ke perempat final sebagai salah satu peringkat tiga terbaik. Padahal dari tiga laga di fase grup, Portugal tak pernah menang sekalipun, mereka cuma imbang tiga kali.
Portugal Juara Piala Eropa 2016 (Reuters)
Di laga terakhir Grup F, pasukan Fernando Santos bermain imbang 3-3 dengan Hongaria. Portugal menjadi satu-satunya peserta 16 besar Piala Eropa 2016 yang tak mampu meraih kemenangan.

Walau lolos dengan susah payah ke 16 besar, Portugal ternyata mampu terus melaju ke perempat final. Mereka menang tipis 1-0 atas Kroasia lewat gol Ricardo Quaresma di babak extra time.

Di perempat final, Portugal bersua dengan Polandia. Lagi-lagi Portugal tidak bisa menang di waktu normal. Pasukan Santos lolos ke semifinal berkat kemenangan di adu penalti 5-3.
Selebrasi Ronaldo saat Portugal main di Piala Eropa 2016 (Reuters)
Kemenangan perdana Portugal (di waktu normal 90 menit) baru terjadi di babak semifinal. Sepasang gol dari Ronaldo dan Luis Nani membuat Portugal menang 2-0 atas Wales. Portugal melaju ke final melawan tuan rumah Prancis.

Berkaca pada penampilan sepanjang Euro 2016 dan status sebagai tuan rumah, Prancis jauh lebih diunggulkan untuk keluar sebagai juara ketimbang Portugal.

Saat final berlangsung, Prancis makin di atas angin. Ronaldo mengalami cedera di awal laga sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan. Namun lagi-lagi keberuntungan memihak Portugal.

Tanpa Ronaldo, permainan Portugal makin bagus. Mereka bisa memaksa Prancis memainkan extra time karena selama 90 menit laga berimbang 0-0. Di babak tambahan, Portugal secara luar biasa mampu mengalahkan prancis 1-0 berkat gol pemain pengganti Eder.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dogeng IslandiaTak hanya Portugal, Islandia juga mencuri perhatian selama Piala Eropa 2016. Aron Gunnarsson dan kawan-kawan merupakan debutan di ajang empat tahunan ini. Piala Eropa 2016 menjadi turnamen besar pertama yang diikuti Islandia.Walau baru pertama kali main di turnamen akbar, Islandia sama sekali tidak canggung. Tergabung di Grup F bersama Portugal, Hungaria dan Austria, Islandia bisa finis sebagai runner-up dengan sekali menang atas Austria dan dua kali imbang.Yang paling sensasional terjadi di babak 16 besar. Islandia di luar dugaan bisa mengalahkan kandidat juara Inggris 2-1 meski sempat tertinggal lebih dulu di awal laga.Dongeng Islandia harus terhenti di babak perempat final. Islandia tidak berdaya menghadapi kedigdayaan Prancis. Namun dalam laga tersebut Prancis harus bekerja keras sebelum akhirnya menang 5-2.Sukses Islandia melaju ke perempat final sungguh sangat luar biasa untuk ukuran negara kecil dan debutan. Oleh karena itu, skuat Islandia disambut bak pahlawan saat pulang ke negaranya.

Halaman
Show All
Thomas, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan