Kaleidoskop 2016: Jalan Terjal Rio Haryanto di Formula 1

Petualangan Rio Haryanto sebagai pembalap utama Manor hanya bertahan 12 seri.

Diterbitkan 26 Desember 2016, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat Indonesia benar-benar bangga ketika Rio Haryanto diumumkan menjadi salah satu pembalap di Formula 1 2016. Pasalnya, belum ada orang Indonesia yang mampu melangkah sejauh itu.Sebelumnya, pihak Rio Haryanto mendapat kabar bahwa salah satu tim yang belum memiliki pembalap untuk musim 2016. Tim tersebut adalah Manor Racing. Setelah melakukan diskusi berulang-ulang, Manor akhirnya sepakat untuk menjadikan Rio sebagai pembalap utama mereka.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan semua. Akhirnya pada sore ini dapat kabar gembira. Saya telah resmi menjadi pembalap F1. Semoga ke depannya, dengan kerja keras, tak hanya ingin mewakili Indonesia. Saya ingin mengukir prestasi," kata Rio pada 18 Februari 2016.Namun, ada syarat yang harus dipenuhi Rio dari kesepakatan tersebut. Ya, Rio harus rela menjadi pay driver dan harus menyetor kewajiban yang telah disepakati, yakni senilai 15 juta euro.Mengenai hal tersebut, Manor juga memberikan keringanan berupa batas waktu pembayaran. Ya, pihak Rio tak dipaksa langsung melunasi kewajiban tersebut. Mereka diizinkan untuk melunasinya secara bertahan. Pihak Rio pun menjadi memiliki waktu untuk mencari bantuan dana dari berbagai pihak.Pasalnya, Pertaminan selaku sponsor Rio Haryanto sejak masih di GP2 hanya memiliki dana 5 juta euro untuk membantunya. Alhasil, masih ada kekurangan 10 juta euro yang harus dilunasi. Sejak itu, pihak Rio pun sibuk mencari cara untuk mendapatkan dana tersebut.

Debut di F1

Meski uang belum sepenuhnya terkumpul, Manor tetap mengizinkan Rio untuk memulai petualangannya di Formula 1. Debutnya ditandai ketika menjadi peserta pada latihan bebas GP Australia 2016 di Sirkuit Melbourne, 18 Maret 2016.

Aksi Rio Haryanto di kokpit MRT05 saat latihan bebas perdana F1 GP Australia di Sirkuit Albert Park, Australia, Jumat (18/3/2016). (Bola.com/Manor Racing)Saat itu, debutnya diakhiri dengan duduk di posisi ke-19 pada latihan bebas pertama. Sayang, pembalap kelahiran 22 Januari 1993 itu langsung mendapatkan pengalaman buruk. Ia terlibat insiden senggolan dengan Romain Grosjean, pembalap Haas, pada latihan bebas ketiga.Akibat insiden tersebut, Rio pun harus mengawali balapan GP Australia dari posisi buncit. Pada akhirnya, ia menjadi salah satu pembalap yang tak finis pada balapan GP Australia. Untungnya, hasil tersebut mampu dijadikan sebagai bahan pelajaran bagi Rio."Debut saya adalah pengalaman luar biasa. Itu sesuatu yang sudah saya nantikan sejak lama. Saya coba tidak memikirkan mengenai gagal menuntaskan balapan kemarin. Ada banyak hal positif dari akhir pekan yang bisa saya petik," jelas rekan Pascal Wehrlein tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Hasil memuaskan pun didapat Rio pada GP Bahrain. Meski start dari posisi ke-21, Rio sukses mengamankan tempat di urutan ke-17 saat balapan. Padahal, pembalap sekaliber Jenson Button dan Sebastian Vettel saja tak mampu menyentuh garis finis pada balapan tersebut.Rapor terbaik Rio diukir pada GP Monaco di Sirkuit Monte Carlo. Pada balapan tersebut, Rio finis di posisi ke-15. Secara keseluruhan, dari 12 balapan, hanya tiga kali Rio gagal menyentuh garis finis. Sayang, selama melakoni tugas sebagai pembalap Manor, Rio tak bisa sepenuhnya fokus.

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan