KOLOM: Transfer Higuain, Antara Misi dan Hati

Simak ulasan Asep Ginanjar terkait transfer Higuain yang fenomenal dan penuh sensasi.

Diterbitkan 29 Juli 2016, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Panggung sensasi. Rasanya pas bila periode transfer di sepak bola Internasional, terutama Eropa, disebut dengan istilah itu. Maklum, pada periode ini, sensasi bisa terjadi kapan saja. Pelakonnya pun bisa siapa saja.
Sensasi terbaru tentulah Gonzalo Higuain yang diangkut Juventus dengan nilai fantastik, 90 juta euro. Di Italia, dia memecahkan dua rekor sekaligus. Pertama, rekor Hernan Crespo sebagai pembelian termahal klub Italia. Saat diangkut Lazio dari AC Parma pada 2000-01, Crespo dihargai 55 juta euro.

Kedua, nilai Higuain adalah transfer terbesar yang melibatkan klub Italia. Nilai transfernya melampaui Zinedine Zidane yang berbanderol 73,5 juta euro saat dilepas Juventus ke Real Madrid pada 2001-02.

Di daftar rekor transfer sepanjang masa, Higuain juga termasuk yang termahal. Dia berada di posisi ketiga. Hanya duo Real Madrid, Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo, yang lebih mahal darinya. Bale dibeli 101 juta euro dari Tottenham Hotspur pada 2013-14. Sementara itu, Ronaldo diangkut dari Manchester United pada 2009-10 dengan harga 94 juta euro.

Sambutan fans Juventus atas kedatangan <a href=Gonzalo Higuain ke Turin. (AFP)">

Higuain memang sudah lama dirumorkan bakal hengkang dari Napoli. Klub-klub papan atas Eropa, salah satunya Arsenal, kerap dihubung-hubungkan dengan striker asal Argentina tersebut. Namun, tak ada yang menyangka dia akan hijrah ke Juventus dengan harga fantastik. Dalam valuasi terakhir Transfermarkt.de pada 15 Juli lalu, Higuain hanya bernilai 65 juta euro.

Kubu Napoli tentu saja meradang oleh transfer itu. Dari seorang pahlawan yang dipuja-puja, Higuain kini menjadi pesakitan yang dicaci maki oleh para fans I Partenopei. Aurelio De Laurentiis, sang pemilik, tak ragu menyebutnya pengkhianat, terutama karena menyeberang ke Juventus, rival Napoli di Serie-A.

win-win solution

Toh, pada akhirnya, setiap transfer adalah win-win solution. De Laurentiis boleh saja mencak-mencak, tapi berkat transfer itu, Napoli mendapatkan banyak uang. Kapan lagi I Partenopei bisa mendapatkan 90 juta euro dari penjualan satu pemain? Lagi pula, 90 juta euro dari Juventus itu hanya berselisih 4,7 juta euro dari buyout clause Higuain.

Prinsip “iraha deui?” (kapan lagi) ketika menghadapi tawaran selangit sudah ditunjukkan klub-klub lain. Lihat saja Tottenham Hotspur saat melepas Bale, VfL Wolfsburg ketika menjual Kevin De Bruyne, sampai Man. United kala membiarkan Ronaldo pergi.

“Ketika bicara uang 50 juta euro atau 60 juta euro, Tottenham masih bisa menolak. Tapi, ketika itu naik jadi 100 juta euro, mana bisa tahan? Man. United saja tak bisa diam dalam transfer Ronaldo,” kata David Pleat, eks manajer Tottenham, kepada TalkSport saat gonjang-ganjing transfer Bale pada 2013.

Di sisi Higuain dan Juventus, transfer itu sesuai dengan ambisi dan misi yang dimiliki. Dalam umur 28 tahun, Higuain tak lagi bisa menunggu lama untuk mencicipi kembali juara liga yang terakhir kali dirasakan bersama Madrid pada 2011-12.

Dia juga tentu menginginkan juara Liga Champions yang justru dua kali direbut Madrid pasca kepergiannya.Di Juventus, kans merebut dua gelar itu lebih terbuka ketimbang bertahan di Napoli.Patut diingat, musim lalu, meski Higuain mencetak 36 dari total 80 gol Napoli,Scudetto tetap saja gagal diraih.

1. Cristiano Ronaldo (Real Madrid), keduanya pernah bekerja sama dan meraih sukses di Madrid. CR7 dikabarkan berniat meninggalkan Los Blancos dan kemungkinan kehadiran Mou di MU akan membuatnya pulang ke Manchester. (AFP/Miguel Riopa)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Hal itu juga selaras dengan misi Juventus musim 2016-17. Pada April lalu, allenatore Massimiliano Allegri dengan tegas menyatakan Liga Champions sebagai target utama musim 2016-17. “Tahun depan, kami harus menargetkan juara di Liga Champions. Hanya fokus di Serie-A akan jadi kemunduran bagi kami,” kata dia kepada Goal.com.Bila melihat aktivitas transfer sejauh ini, Juventus sepertinya bukan hanya membidik Liga Champions. Mereka sepertinya berhasrat mengawinkan Scudetto dengan trofi Big Ear. Itu sesuatu yang belum pernah digapai Juventus. Bahkan, mungkin juga mereka menginginkan treble winners.Indikasi itu cukup kuat. Juventus sangat serius membenahi skuatnya. Kedatangan Higuain, Miralem Pjanic, Daniel Alves, Marko Pjaca, dan Medhi Benatia membuat La Vecchia Signora kini bisa membentuk dua tim dengan kekuatan tak terpaut jauh. Ini akan membuat mereka lebih optimistis menjalani Liga Champions, tak perlu lagi takut berhadapan dengan siapa pun.Secara khusus, karena didapatkan dari rival utama, Pjanic dan Higuain membuat posisi Juventus kian tanpa lawan di Serie-A. Beberapa pihak bahkan tak ragu menyebut Juventus mengambil langkah seperti Bayern Muenchen yang selalu berusaha menggembosi para rival berat dengan membajak para pemain terbaik di Bundesliga. Karena di atas kertas tak akan tertandingi di Serie-A, La Vecchia Signora bisa lebih fokus di Liga Champions.

Halaman
Show All
Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan