3 Penyebab Persija Jakarta Terpuruk

Usai tandang ke Perseru Serui, 22 Mei 2016 lalu, penampilan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan cenderung mengalami penurunan.

Diterbitkan 06 Juli 2016, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2.) Hanya Mengandalkan Seorang Ambrizal Umanailo

2.) Hanya Mengandalkan Seorang Ambrizal Umanailo

Penampilan impresif Umanailo musim ini memang menjadi penemuan brilian dari Camargo. Usianya yang baru menginjak 19 tahun, pemuda kelahiran Tulehu ini tampil cukup impresif untuk Persija.

Tak ayal, Umanailo kini menjadi tulang punggung permainan Macan Kemayoran. Namun, Persija jelas terlihat malah semakin mengandalkan Umanailo.

Beberapa kali, pola permainan mereka hanya tertuju kepada Umanailo seorang. Namun, ini bak dua sisi mata pisau buat Persija.

Pada satu sisi bisa menguntungkan, tapi lainnya permainan Persija jelas terbaca. Sangat jelas terlihat, terutama kala Persija digulung tiga gol tanpa balas oleh Pusamania Borneo FC (PBFC).

Umanailo dijaga cukup ketat, oleh setidaknya tiga pemain PBFC, yakni Zulkifli Syukur, Firly Apriansyah, dan Tarik Boschetti. Pertandingan itu jelas, ketiga pemain ini beberapa kali menjegal laju dari Umanailo. Praktis, pergerakan Umanailo terkunci. Hal ini sontak membuat permainan Macan Kemayoran juga seperti buntu.

Tak Punya Playmaker Murni

3.) Tak Punya Playmaker Murni

Penampilan Persija pada awal TSC 2016 terbilang menarik disaksikan, ini karena seorang Hong Soon-Hak bermain lumayan enerjik. Daya jelajahnya patut diacungi jempol.

Akan tetapi, Hong Soon-Hak bukanlah seorang playmaker murni. Posisinya lebih kepada deep lying playmaker. Dia bagus, kala ditempatkan di sepertiga permainan Persija.

Akan tetapi, Persija jelas butuh seorang pengatur irama permainan. Sosok seperti Robertino Pugliara jelas dibutuhkan oleh Persija.

Hal ini terasa kala Hong Soon-Hak yang juga sudah memasuki umur 35 tahun harus absen karena berbagai alasan. Persija seperti kehilangan arah permainan. Mereka hanya mengandalkan umpan-umpan panjang yang pastinya sangat mudah ditebak.

Persija memang memiliki Syahroni. Namun, dia baru saja kembali usai absen sekitar dua bulan karena cedera lututnya. Jelas, ini harus segera diselesaikan oleh Camargo bila Persija masih bernafsu juara. Mumpung, TSC 2016 baru berjalan 9 pekan.

(I. Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan