Alasan-alasan Kenapa Persib Perlu Pertahankan Dejan

Dejan belum mendapat waktu yang cukup menangani Persib dan sejumlah pemain senior tinggalkan Maung Bandung.

Diterbitkan 02 Juni 2016, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Butuh Waktu

Butuh Waktu

Dejan resmi diperkenalkan sebagai arsitek tim Persib Bandung pada Rabu (20/1/2016). Dia mendapatkan kontrak berdurasi satu tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Itu berarti baru enam bulan Dejan menjadi pelatih kepala Persib Bandung. Waktu yang sangat singkat mengingat persiapan tim juga mepet jelang gelaran kompetisi Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo.

Kondisi ini yang seharusnya, sebab, ketika Djanur membawa Persib berjaya, dia juga sempat menghadapi pasang surut performa. Djanur sendiri melatih Persib sejak 2012.

Jika melihat statistik, apa yang dicapai Djanur pada musim pertamanya membesut Persib juga tak terlalu istimewa ketimbang Dejan.

Tercatat pada ISL 2013 silam, Djanur hanya mencicipi satu kemenangan dari empat laga yang sisanya berakhir imbang. Kala itu Persib berhadapan dengan Persidafon (0-0), Persiram (2-2), Persiwa (4-2) dan Persipura (1-1).

Namun, berkat kesabaran berbagai pihak, Djanur akhirnya berhasil sukses membawa Tim Pangeran Biru menyabet gelar ISL 2014. Oleh sebab itu, bobotoh mungkin perlu memberikan waktu bagi Dejan untuk bekerja keras membangun Persib kembali ke jalur kemenangan di Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo, seperti dulu Djanur pada 2012.

Motivator

Motivator

Dalam dunia sepak bola, kesuksesan sebuah klub tidak hanya tergantung bagaimana strategi dan taktik itu diterapkan dengan baik. Namun, segi mental juga menjadi faktor utama keberhasilan sebuah tim.

Jika berkaca pada sepak bola di dunia, klub-klub besar yang sukses, rata-rata memiliki seorang pelatih sekaligus motivator. Real Madrid contohnya, klub yang berhasil menjuarai Liga Champions ini memiliki Zinedine Zidane yang tak pernah duduk sepanjang 90 menit pertandingan demi memompa semangat Sergio Ramos dkk.

Lalu ada juga Atletico Madrid yang menjadi finalis Liga Champions 2015-2016, memiliki Diego Simeone yang selalu berkobar-kobar saat bertanding. Sang fenomena tahun ini, Leicester City memiliki Claudio Ranieri yang memotivasi pemainnya dengan cara unik berupa bunyi bel atau yang dikenal dengan 'dilly ding dilly dong'.

Dejan juga sebenarnya tipe pelatih yang juga merangkap sebagai seorang motivator. Dia sangat ekpresif saat memimpin pasukannya bertanding.

Dejan akan terlihat sibuk memberikan perintah dan motivasi agar pemainnya tetap bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat bertanding. Bahkan, Dejan akan sangat marah jika menilai Persib telah dirugikan oleh wasit atau siapa pun.

Penulis: Yosef Deny Pamungkas

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan