5 Pelatih Terbaik Sepak Bola Indonesia

Siapa saja mereka?

Diterbitkan 10 Mei 2016, 19:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi Torabika Soccer Championship Presented by IM3 Ooredoo sudah memasuki pekan kedua. Di luar dugaan beberapa klub besar justru tersandung karena gagal meraih kemenangan.

Baca Juga

  • Ini Jadwal Laga Penentuan Barcelona dan Madrid
  • Bicara MotoGP Mugello, Lorenzo Sindir Ducati
  • Scholes Berharap MU Beli Tiga Pemain Ini

Arema Cronus, Persib Bandung, Sriwijaya FC hingga Persipura Jayapura gagal menang setelah hanya bermain imbang 0-0. Hasil ini sudah cukup membuktikan bahwa peta persaingan sangat ketat. Tidak ada lagi klub yang mendominasi.
 
Tentu kondisi ini menjadi tugas berat bagi setiap pelatih untuk membawa klub asuhannya meraih kemenangan. Tak hanya dalam urusan taktik, para pelatih itu juga harus hebat dalam memotivasi para pemain agar tetap konsisten mengeluarkan performa terbaik.
 
Jika kembali melihat ke belakang, beberapa pelatih yang berada di TSC 2016 sebenarnya memiliki kapasitas untuk melakukan itu. Sebab, dalam perjalanan karier pelatih-pelatih itu telah terbukti berhasil membawa klub asuhannya berjaya.
 
Liputan6.com mencoba mengulik pelatih-pelatih hebat di TSC 2016 yang memiliki karier cemerlang:

Jafri Sastra

1. Jafri Sastra
 
Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat ini mengawali karier dengan melatih klub-klub lokal tempat asalnya yang berada di Divisi 1 dan 2. Namanya tidak setenar beberapa pelatih yang sudah malang melintang di Tanah Air seperti Benny Dollo, Rahmad Darmawan hingga Jacksen F Tiago.
 
Kendati tidak memiliki popularitas yang aduhai, tak membuat Jafri sebagai pelatih yang bisa dipandang sebelah mata. Lihat saja, saat dia melatih Semen Padang, nama-nama seperti David Pagbe, Yuu Hyun-Ko yang dikombinasikan dengan bakat lokal seperti Hengky Ardilles, Jandia Eka Putra hingga Novan Setya Sasongko disulap menjadi pemain-pemain terbaik di Indonesia.
 
Racikannya juga membuat Semen Padang yang merupakan alumni dari Indonesia Premier League (IPL) bisa berbicara banyak di kancah Indonesia Super League (ISL) 2014. Puncaknya, Jafri mampu membawa Semen Padang ke babak 8 besar ISL 2014, hingga melejitkan tim Kabau Sirah ke babak perempat-final Piala AFC 2013.
 
Pencapaian ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan klub-klub mantan IPL lain seperti Persijap Jepara, Persiba Bantul dan PSM Makassar tak berdaya di pentas ISL.
 
Tak hanya Semen Padang, Jafri juga memiliki prestasi membanggakan saat menangani Mitra Kukar. Klub asal pulau Kalimantan itu berhasil dibawanya menjuarai Piala Jenderal Sudirman 2015 usai menaklukkan Semen Padang 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (24/1/2016).
 
Kini, Jafri telah meninggalkan Naga Mekes dengan cerita yang indah untuk berlabuh di Persipura Jayapura. Kendati dipenuhi dengan bakat-bakat sepak bola seperti Boaz Solossa, Ian Kabes hingga Osvaldo Haay, Jafri tampaknya masih harus memutar otak. Sebab, di pentas TSC, performa Persipura masih bisa dibilang biasa saja karena hanya meraih dua hasil imbang di dua laga awal.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

2. Milomir Seslija Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija tampaknya tak butuh waktu lama untuk menunjukkan kehebatannya dalam melatih. Pria kelahiran 21 Juli 1964 di Sarajevo, Bosnia mampu membawa Arema menjuarai dua trofi turnamen besar beberapa waktu lalu. Ya, pelatih yang akrab disapa Milo ini sukses membawa Cristian Gonzales dan kawan-kawan menjuarai Bali Island Cup dan Piala Bhayangkara. Persembahan dua turnamen itu sudah cukup memperlihatkan kehebatan Milo dalam meracik strategi Singo Edan. Menariknya, prestasi yang dimiliki Milo bukan hanya terjadi di Arema. Klub sebelumnya yang dia latih juga sempat merasakan kejayaan di bawah tangan dingin Milo. Pada tahun 1996, klub Sabah FA yang mendapuk Milo sebagai pelatih juga sukses juara Liga Malaysia. Kini menghadapi TSC 2016, Milo untuk sementara juga pantas mendapatkan pujian. Sebab, berkat kerja kerasnya, dia sukses membawa Arema memuncaki klasemen sementara dengan koleksi empat poin hasil dari satu menang dan satu imbang.

Halaman
Show All
Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan