Alonso Ingat Ibunya Saat Tabrakan Maut di GP Australia

Pada balapan pembuka Formula 1 musim ini, Fernando Alonso mengalami kecelakaan di lap ke-17.

Diterbitkan 21 Maret 2016, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pebalap McLaren Honda, Fernando Alonso menabrak tembok pembatas pada balapan perdana Formula One Australian Grand Prix, Melbourne, Minggu (20/3/2016).  (AFP/Max Blyton)

Gutierrez langsung menghampiri Alonso dan memeluknya. Alonso masih tampak syok. Lututnya juga mengalami cedera, meski tidak parah. Ajaibnya lagi, tidak ada cedera serius yang dialaminya setelah kecelakaan tragis tersebut. Alonso bahkan melambaikan tangan ke penonton saat meninggalkan lintasan.

Insiden ini berlangsung sangat cepat. Namun Alonso masih sempat berpikir satu hal, yakni ibunya. Ya, juara dunia F1 dua kali itu tidak ingin membuat sedih hati ibunya yang tengah menyaksikan dia berlomba dari layar kaca di Oviedo, Spanyol.

Fernando Alonso (Reuters/Mark Horsburgh)

"Saya berpikir kalau saya harus keluar secepat mungkin. Saya harus menunjukkan kepadanya kalau saya baik-baik saja," katanya.

Setelah insiden tersebut, Alonso sempat syok. Dia juga merasakan sakit di lututnya akibat terbentur ruang kokpit. 

"Pertama Anda tentu akan berterima kasih karena bisa keluar dengan selamat tanpa cedera berarti. Namun perasaan kedua yang muncul adalah frustrasi karena gagal finis," katanya.

Tabung Ajaib

Berkat Tabung "Ajaib"
Tikungan ke-3 di Albert Park selama ini memang dikenal keramat. Setidaknya dua kecelakaan brutal sebelumnya pernah terjadi di sana. Pada tahun 2001 lalu, pembalap Ralf Schumacher dari Williams dan pembalap BAR Honda, Jacques Villeneuve, juga bersenggolan di tikungan ke-3  Albert Park.

Seketika mobil Ralf terbang dan mendarat keras di tepi lintasan. Kedua pembalap memang tidak mengalami cedera berarti. Namun seorang petugas lomba cedera parah gara-gara terkena ban yang copot dari salah satu mobil nahas tersebut.

Mobil Fernando Alonso hancur lebur usai kecelakaan di Albert Park, Melbourne, Australia.

Kecelakaan yang tak kalah fatal juga sempat dialami oleh mantan pembalap F1 asal Inggris, Martin Brundle, 1996 lalu.

Di antara banyak faktor, salah satu yang paling berperan melindungi Alonso adalah peningkatan keselamatan Formula 1. Alonso selayaknya berterima kasih kepada Sir Jackie Stewart yang pertama kali dengan lantang menyuarakan peningkatan standar keselamatan pada balapan jet darat tersebut.

ucapan terima kasih juga layak diberikan Alonso kepada gerakan Profesor Sid Watkins usai kematian Aryton Senna di Imola. Saat FIA dipimpin oleh Max Mosley, Watkins memulai revolusi perlindungan para pembalap yang berlaga di Formula 1.

Bagian-bagian mobil Formula 1 (www.f1network.net)

McLaren juga punya peran yang besar menciptakan "mukzijat" bagi Alonso di Albert Park. Perusahaan asal Inggris itu merupakan tim pertama yang mendesain sasis berbahan serat karbon menggantikan bahan aluminium pada tahun 1981.

Teknologi ini telah menyelamatkan pembalap John Watson saat mengalami kecelakaan fatal di Monza. Berkat sasis berbahan serat karbon tersebut, Watson mampu keluar dengan selamat.

Ruang kokpit berbahan serat karbon ini jugalah yang menyelamatkan nyawa Alonso. Berbentuk seperti kapsul yang mengelilingi pembalap dan bergungsi sebagai perlindungan para pembalap saat kecelakaan. Ruang ini terintegrasi dengan kekuatan mobil dan tetap utuh meski mengalami benturan yang sangat keras seperti yang dialami Alonso.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan