Sedang Mabuk Pemain Ini Cetak 7 Gol, Bagaimana Kalau Sadar?

Cerita itu terjadi ketika dia memperkuat tim Divisi III Inggris.

Diterbitkan 02 Januari 2016, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Watford - Striker Watford, Troy Deeney menjadi sosok pemain kunci di dalam skuat Watford. Meski berstatus sebagai tim promosi, pemain kelahiran Birmingham 27 tahun ini mampu membawa The Hornets, julukan Watford, sebagai tim terpandang di Inggris.

Bersama Odion Ighalo, Deeney menjadi pemain penting. Pemain kekar ini sudah melesakkan 6 gol. Kemampuan Deeney menjebol gawang lawan membuatnya menjadi tulang punggung tim musim ini. 

Sudah hampir 6 musim Deeney bermain untuk Watford. Dia pindah ke Vicarage Road pada 2010 lalu. Dia menjadi saksi sejarah kebangkitan tim yang bermarkas di Hertfordshire ini naik kasta. Musim 2014-15, Deeney mengantarkan Watford promosi ke Premier League dengan menempati peringkat dua klasemen di akhir musim di kasta kedua alias Divisi Championship.

Baca Juga

  • Presisi: Barcelona Mengamuk di Kandang Espanyol?
  • Jadwal Lengkap MotoGP 2016, Indianapolis Menghilang
  • Sindiran Halus Kiper Juventus untuk Lorenzo dan Marquez

Tapi siapa sangka, Deeney cenderung 'badung' alias nakal ketika masih remaja dulu. Dilaporkan dari 101greatgoals, pemain jangkung itu sempat berurusan dengan pihak berwenang. Bahkan, dia harus mendekam di balik jeruji besi karena terlibat tawuran di tengan kota Birmingham.

Dalam rekaman CCTV, Deeney kedapatan menedang kepala seseorang. "Kalau mengingat kejadian itu saya sangat menyesal." Tidak sulit bagi pihak keamanan untuk melacak Deeney dan kemudian menjebloskannya ke penjara.

Aksi bengal Deeney tidak sampai di situ, dia sempat membuat heboh liga Divisi III Inggris ketika memperkuat Chelmsley Town dan Walsall. Ketika itu, dia sempat bermain sambil mabuk. Tapi hebatnya, dia mampu menyarangkan 7 dari 11 gol ketika membela Chelmsley.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Si pemain ternyata pernah membuat repot pelatihnya. Gara-gara mabuk, pelatihnya sampai harus membayar ongkos taksi Deeney ketika hendak latihan. Sebenarnya, pemain yang gemar mengoleksi tato ini punya kesempatan bergabung dengan tim Premier League, Aston Villa sejak usia 15 tahun. Dia mendapat undangan mengikuti trial selama 4 hari bersama Aston Villa. Namun, dia tidak pernah muncul hingga hari terakhir. Lalu berkata kepada staf pelatih Aston Villa,"Saya ingin pergi ke taman di mana banyak wanita berkumpul di sana." Mendengar jawaban polos Deeney, staf pelatih Aston Villa tanpa berpikir dua kali langsung mengusir Deeney.

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan