Dengan menekuni sementara usaha permainan kereta mini, Galih mengaku cukup lumayan untuk menyambung biaya hidup kala kompetisi sepak bola di Tanah Air dihentikan. Hanya saja, berapa besar penghasilannya setiap malam dari usaha ini, ia tidak mau menyebutkannya.
"Selama dua bulan menggeluti usaha ini cukup untuk memenuhi biaya kebutuhan keluarga saya. Istilahnya dengan usaha ini api kompor bisa agak besar sedikit," kata dia terkekeh.
Biaya per anak untuk naik kereta mini dipatok seharga Rp 5000 selama 12 kali putaran. Dalam satu malam jumlah uang yang diperolehnya lumayan. Akan tetapi jika dibandingkan dengan honor sebagai pemain bola masih terpaut jauh.
"Kalau dengan gaji sebagai kiper ya jauh selisihnya. Tetapi adanya kejadian ini (kompetisi berhenti) menjadi hikmah bagi saya, karena saya bisa belajar tentang seluk-beluk usaha permainan kereta mini," aku suami dari Lia Dwita.
Lanjut ke halaman berikut --->
Tetap Berlatih
Sebagai pemain bola profesional, Galih pun tidak meninggalkan kebiasaannya untuk berlatih kiper di sela-sela kegiatannya menekuni usaha kereta mini. Setiap pagi ia selalu melakukan latihan seperti berlari keliling kampung serta berlatih kiper.

"Saya harus menjaga kondisi jika sewaktu-waktu dipanggil tim untuk bermain. Setiap pagi selalu berlatih. Bahkan untuk berlatih kiper, saya selalu menyuruh warga untuk menendang bola dan nanti saya tangkap. Ya, karena posisinya kiper memang harus begitu berlatihnya," kata dia. (Jnp/Ary)
Baca Juga
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8820855/original/024125800_1782912081-gedung_ditjen_pajak-1_Juli_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/939787/original/034487700_1438145123-galih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1291653/original/090955100_1468858677-Persija.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314670/original/019314700_1785758494-persija_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314669/original/061765300_1785758461-persija_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316364/original/080119400_1785923242-ATK_PIALA_PRESIDEN_2026_MATCH__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307232/original/006702000_1784968751-pilres.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3280152/original/042986900_1603839811-000_8TY99R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315468/original/077654200_1785838381-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_17.07.46.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308683/original/096900600_1785164817-20260727WP_Persebaya_vs_Persija_04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289003/original/009442700_1783382828-DSC00716.jpg.jpeg)