Benarkah Indonesia Terlibat Match-Fixing? Simak Data di Sini

Timnas U-23 Indonesia pulang dengan tangan hampa dari perhelatan SEA Games 2015.

Diterbitkan 19 Juni 2015, 19:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada babak pertama ini, rata-rata kesalahan pemain adalah 26% dengan tren naik turun. Interval 15 menit pertama kesalahan 25,8% kemudian naik menjadi 30,7% lalu turun menjadi 23,1%.

Sang kiper, Teguh Amiruddin menjadi pemain yang paling tinggi melakukan kesalahan dengan persentase 66,7%. Untuk pemain non-kiper Adam Alis Setyano jadi yang tertinggi dengan 39,1%.

Zulfiandi jadi pemain paling rendah dalam daftar ini dengan hanya melakukan 13,3% kesalahan dari seluruh aksinya.

3

3. Puncak kesalahan di babak kedua

Di babak kedua, permainan Indonesia cenderung tidak stabil. Presentase kesalahan Indonesia meningkat.

Bila pada menit 46 hingga 60 terjadi kesalahan 19,5% maka meningkat menjadi 24,4% di interval kedua dan mencapai puncaknya di 15 menit terakhir pertandingan di mana terjadi 33,3% kesalahan.

Statistik Babak II Vietnam vs Indonesia di SEA Games 2015 (Labbola)

Muchlis masih menjadi pemain yang sering melakukan dengan presentase sebesar 83,3%. Bomber milik PSM Makassar itu tercatat melakukan dua kesalahan ketika berhadapan satu lawan satu dengan kiper Vietnam

Sementara itu Hansamu Yama Pranata yang paling sedikit melakukan kesalahan. Dia hanya melakukan 8,9% kesalahan dari seluruh aksinya di babak kedua.

4

4. Manahati Lestusen paling stabil

Manahati Lestusen, sang kapten tim bisa dikatakan sebagai pemain paling stabil dan minim melakukan kesalahan. Memang ada nama Ilham Udin Armaiyn yang hanya melakukan 6 kesalahan tapi dia hanya masuk sebagai pengganti dan total aksinya hanya 12 kali.

Atau Zulfiandi yang melakukan 9 kesalahan dari 57 aksinya. Juga ada nama Agung Prasetyo atau Hansamu Yama yang masing-masing melakukan 13,6% dan 16,7% kesalahan.

Bagaimanapun, Manahati lah yang paling layak disebut sebagai yang paling konsisten dan minim kesalahan. Dia melakukan 16 kali kesalahan dari total 103 aksi di lapangan.

Manahati Lestusen (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sang kapten juga bermain di posisi gelandang bertahan meski posisi alaminya sebagai bek tengah. Jadi, 15,5% kesalahan bisa dikatakan sebagai yang terbaik di tim ini.

Sementara itu, Muchlis Hadi jadi pemain non-kiper dan pemain inti yang paling sering melakukan kesalahan, yakni mencapai 47,4%. Dua pemain pengganti Yandi Sofyan dan Ilham Udin tak memberi dampak bagus bagi tim. Keduanya juga mencatat kesalahan tinggi, Yandi dengan 47,8% sementara Ilham Udin 50%.

Secara tim, Garuda Muda melakukan total 217 kesalahan dari 837 aksi di lapangan selama 90 menit. 25,93% kesalahan harus dibayar dengan lima gol yang bersarang, tak bisa mencetak gol, dan harus pulang dengan tangan hampa.

Jadi, benarkan Timnas U-23 menjual pertandingan atau memang kalah kelas dari Vietnam?

5

Statistik Vietnam vs Indonesia di SEA Games 2015 (Labbola)

(LabBola/Ashidiq Adha)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan