Meski kerap menjadi penentu hasil akhir laga, Kiki kembali mengalami kesulitan karena kerap kali diposisikan sebagai gelandang tengah. Tak tahan diperlakukan seperti itu, ia akhirnya memilih "pensiun" lebih cepat dengan pindah ke klub Turki, Trabzonspor. Di akhir-akhir kariernya, Kiki sempat membela AZ Alkmaar, FC Seoil dan gantung sepatu di Willem II.
2
Francesco Coco
Tumbal, itu mungkin menjadi kata yang cukup memberikan rasa trauma kepada Francesco Coco. Lahir di Paterno, Italia bagian selatan, Coco muda hijrah ke utara dengan masuk ke akademi AC Milan.
Tujuh tahun berada di Milanello, Coco sempat dipinjamkan ke Vicenza, Torino, bahkan sempat membela Barcelona, tapi ia benar-benar dilepas Rossoneri di tahun 2002. Semua berawal dari keinginan manajemen klub terhadap Clarence Seedorf dari pesaing mereka, Internazionale.
Pria yang kini berusia 38 tahun itu akhirnya menjadi tumbal transfer Seedorf seharga € 28 juta. Semasa berada di Appiano Gentile, pria yang berposisi di bek kiri itu memang sempat mengantarkan Inter ke semifinal Liga Champions 2002/2003 tapi setelah itu waktunya lebih banyak dihabiskan di meja operasi.
Bahkan pada November 2003, Coco sempat menyebut tim medis Inter melakukan malpraktik kepadanya. Awalnya ia diberitahu proses penyembuhan cedera pasca operasi hanya berlangsung sebulan tapi nyatanya ia absen selama dua tahun.
Seperti pemain lainnya, Coco berusaha mengumpulkan serpihan kariernya yang remuk dengan menjalani trial bersama Manchester City di tahun 2007. Akan tetapi klub Inggris itu tiba-tiba mengubah pikirannya, media-media menyebut kalau Coco datang ke sesi latihan sembari mengisap rokok. Di level internasional, Coco sempat membela timnas Italia di Piala Dunia 2002 tetapi usai pensiun, dia bekerja sebagai agen real estate.
3
4
Billy Kenny
Sempat dijuluki Paul Gascoigne-nya Goodison Park, Billy mendapat harapan dari publik Inggris bakal bersinar.
Akan tetapi mereka hanya bisa gigit jari karena pemain yang hanya membela dua klub yakni Everton dan Oldham Athletic ini pensiun di usia 21 tahun.
Apa sebabnya? Billy lebih suka mengisap kokain dan menenggak alkohol. Sempat coba ditolong oleh Graeme Sharp yang menjadi manajer Oldham tapi ternyata ia benar-benar tidak bisa diselamatkan.
"Saya sangat ketagihan kokain, saya membutuhkannya untuk melewati hari demi hari. Barang itu bahkan sempat membuat saya tidak tertarik apakah Everton menang atau kalah."
"Saya ingat di satu Senin, saya pulang ke rumah pada pukul empat atau lima dini hari, mengisap beberapa garis kokain, tidur selama sejam kemudian pergi ke tempat latihan dengan taksi. Kala itu kondisi saya benar-benar tidak karuan," curhat Billy kepada salah satu media Inggris.
5
Ahn Jung Hwan
Jika anda bertemu dengan orang Italia dalam satu kesempatan, jangan sekali-sekali mengucapkan nama Ahn Jung Hwan. Bisa jadi orang Italia tersebut menjadi marah kepada anda. Loh kenapa? Di tahun 2002, Ahn mendapat sinisme luar biasa dari kebanyakan penduduk Italia. Pemain yang mengawali kariernya di Busan Daewoo itu menjadi peremuk hati warga negeri Pizza.
Di babak 16 besar Piala Dunia, pria yang kini berusia 39 tahun itu melompat lebih tinggi ketimbang Paolo Maldini dan Fabio Cannavaro dan memperdayai kiper nomor satu dunia, Gianluigi Buffon. Namun Ahn berada dalam posisi dan waktu yang salah. Golnya kala itu bermakna golden goal artinya kiprah Italia harus terhenti di detik itu juga. Â
Menjadi pahlawan bagi negaranya, Ahn menjadi pesakitan di klubnya yakni Perugia berasal dari Italia! Tak lama setelah gol itu, pemilik Perugia, Luciano Gaucci mengeluarkan pernyataan kontroversial.
"Saya tidak tertarik membayar gaji kepada seseorang yang menghancurkan sepak bola Italia."
Komentar ini mengundang kecaman keras dan pada akhirnya I Grifoni melunak dan ingin memboyongnya kembali. Namun Ahn keburu sakit hati dan memilih pindah ke klub Jepang Shimizu S-Pulse.
"Saya tidak mau lagi mendiskusikan transfer ke Perugia yang menyerang karakter saya ketimbang mengucapkan selamat karena saya mencetak gol di Piala Dunia," balas pemain yang sempat bermain di level Universitas tersebut.Â
Ahn kemudian hengkang ke Yokohama F. Marinos, Metz, Suwon Samsung Bluewings, Busan IPark dan terakhir klub Tiongkok Dalian Shide. Sebelum itu ia juga sempat mencicipi karier di Ligue 1 bersama Metz dan Duisburg di Bundesliga. Usai pensiun, dia bertindak sebagai komentator olahraga dan bintang TV serial Korea Selatan berjudul "Dad! Where Are We Going?"
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/291507/original/042096300_1429881983-With_Blomqvist.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/271/original/018927300_1476851966-foto_profil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574324/original/025119000_1694607476-AP23256084001856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)