8 Pelatih Indonesia Satu Dekade Terakhir

Dalam rentang 10 tahun, Indonesia sudah ditangani delapan pelatih berbeda, baik lokal maupun asing.

Diterbitkan 15 Desember 2014, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Benny Dollo

3. Benny Dollo (2000-2001), (2008-2010)

Pelatih kenyang pengalaman di Indonesia ini comeback di tahun 2008. Sebelumnya, pelatih yang akrab disapa Bendol sempat menukangi timnas Indonesia periode 2000-2001.

Selama ditangani pelatih asal Manado itu, Indonesia mampu merebut gelar juara turnamen persahabatan Piala Merdeka 2008. Namun, rapor merahnya, Benny hanya mampu mengantarkan Indonesia mencapai semifinal Piala AFF 2008. Arsitek yang kini menangani Sriwijaya FC itu juga gagal membawa skuat Merah Putih tampil di putaran final Piala Asia 2011.

Alfred Riedl

4. Alfred Riedl (2010-2011), (2013-2014)

Petualangan Indonesia mencari pelatih untuk menuntaskan gelar juara berlabuh pada sosok Alfred Riedl. Tugas pertama pelatih asal Austria itu memberikan gelar juara AFF yang belum pernah direbut Indonesia sejak turnamen ini bergulir sejak 1996.

Harapan itu sempat membuncah ketika pelatih berkebangsaan Austria itu membawa tim melaju ke final Piala AFF 2010. Sayang, di final leg 1 menghadapi Malaysia, Indonesia menyerah dengan skor telak 0-3. Kemenangan 2-1 di leg 2 yang berlangsung di Jakarta pun tidak berarti.

Sempat dipecat pada 2011 lantaran kisruh federasi, Riedl kembali ditunjuk menangani Indonesia 2013. Targetnya masih sama, membawa trofi Piala AFF 2014 ke Indonesia. Tapi lagi-lagi asa itu sirna, Indonesia gagal melewati babak penyisihan grup. Dan untuk dua kali Piala AFF berturut-turut, Indonesia tidak mampu melangkah hingga semifinal.

Nasib pelatih paruh baya itu di Indonesia itu sama dengan para koleganya: ditendang dari Indonesia karena gagal mencapai target yang dicanangkan.

Wim Rijsbergen

5. Wilhelmus ’Wim’ Rijsbergen (2011-2012)

>Pasca memecat Riedl pada 2011, PSSI kemudian menunjuk pelatih asal Belanda, Wim Rijsbergen. Karier pelatih yang memperkuat Timnas Belanda di final Piala Dunia 1974 itu di Indonesia tidak lama.

Wim tercatat pernah ribut dengan pemain menyusul kekalahan dari Bahrain di babak kualifikasi Piala Dunia 2014. Sang pelatih berkata di depan awak media, level Indonesia belum mencapai level profesional. Dia juga berkata kasar pada pemain ketika di ruang ganti ketika jeda di ruang ganti.

"F**k you all. Jika kalian tak bisa bermain lebih baik di babak kedua, saya akan tendang kamu,” kata seorang pemain meniru hardikan Wim.

Aji Santoso

6. Aji Santoso (2012)

Meski hanya berstatus caretaker, pelatih yang kini menukangi Timnas U-23 Indonesia itu sempat menorehkan tinta merah bagi sejarah sepakbola Indonesia. Aji menjadi arsitek Indonesia ketika Indonesia menelan kekalahan terbesar 0-10 dari Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2014.

Akibat kekalahan itu, Aji beserta ofisial sempat diselidiki FIFA karena dicurigai terlibat dalam skandal pengaturan skor. Dalam pertandingan itu, legenda Persebaya Surabaya itu juga diskorsing karena mengintimidasi wasit. Posisi pelatih 44 tahun itu digantikan Nil Maizar

Nil Maizar

7. Nil Maizar (2012)

Pelatih asal Padang, Sumatera Barat itu naik pangkat. Penampilan cemerlang Semen Padang di pentas Indonesia Premier League membuat nama Nil Maizar melambung. Namun, gejolak di tubuh PSSI membuat Nil Maizar tidak bisa membawa pemain terbaik ketika berlaga di Piala AFF 2012.

Pemain naturalisasi seperti Tonnie Cussel, Jhonny Van Beukering yang dibawa jauh dari harapan semula. Di Piala AFF2012, Indonesia pun harus tersingkir dari babak penyisihan grup. Lepas dari Timnas Indonesia, Nil Maizar kini menukangi klub ISL, Putra Samarinda.

Duet Rahmad dan Jacksen

8. Duet Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago

Indonesia tercatat pernah memiliki 2 pelatih, Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago. Mereka ditugaskan menggantikan posisi Luis Manuel Blanco untuk laga menghadapi Kualifikasi Piala Asia 2015 kontra Arab Saudi, 23 Maret 2013 di SUGBK. Blanco dipecat dari PSSI setelah terlibat konflik dengan pemain jelang pertandingan itu.

Ketika menangani Indonesia, dua pelatih itu masih terikat kontrak di klub masing-masing, Arema Indonesia dan Persipura Jayapura. Hanya  Jacksen yang mendapat kepercayaan mendampingi Indonesia ketika menghadapi China dan Irak di Kualifkasi Piala Asia 2015. Pelatih asal Brasil itu menangani Indonesia hingga akhir 2013 sebelum diambil alih Alfred Riedl.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan