Live dari Hanoi: Pelatih Filipina: Jangan Asal Naturalisasi!

Dooley merupakan mantan asisten pelatih timnas AS, Juergen Klinsmann pada 2011

Diterbitkan 27 November 2014, 09:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bagi saya tidak ada perbedaan apakah itu pemain lokal atau keturunan. Mereka semua sama, kualitas yang utama untuk bisa bermain di dalam skuat timnas.

Bagaimana Anda memantau dan menseleksi pemain tersebut hingga masuk ke timnas?

Sebelumnya, saya mencari tahu lebih dulu apakah pemain tersebut memiliki keturunan Filipina atau tidak. Kemudian saya mengikuti kompetisi yang mereka ikuti dari awal. Saya intensif memantau kompetisi yang mereka ikuti. Mulai dari media di internet kemudian saya melihat langsung permainan mereka.

Tapi intinya saya hanya mencari pemain yang sesuai dengan kriteria. Memahami teknik dasar cara menendang bola, dan bisa ditempatkan sesuai dengan strategi yang ingin saya terapkan, apakah itu pola 4-2-2 atau lainnya. Bukan pemain yang bisa asal bermain.

Harus tetap ada seleksi khusus untuk pemain naturalisasi. Saya melihat kebanyakan negara langsung melakukan naturalisasi ketika pemain itu bermain di luar negeri. Padahal seharusnya tidak begitu. Tidak berarti pemain di luar negeri itu bagus.

Pelatih Indonesia (Alfred Riedl) beralasan padatnya jadwal kompetisi ikut memengaruhi performa timnya di Piala AFF ini, bagaimana pendapat Anda?

Jujur, saya tidak tahu kompetisi di Indonesia. Namun jelas kompetisi di Indonesia jauh lebih profesional dibanding di Filipina. Di Filipina kompetisi masih amatir karena hanya diikuti 10 klub. Jadi saya paham, padatnya kompetisi di negara Anda (Indonesia) berimbas pada pemain.

Terlebih, saya dengar kompetisi menjadi panjang karena ada dua kali pemilu serta Ramadan. Tentu berat bagi pemain langsung menjalani kompetisi dan langsung bermain di AFF tanpa berlibur.

(Sebelum menjawab pertanyaan ini, Liputan6.com lebih dulu memberikan gambaran tentang kompetisi ISL di Indonesia)

Lantas bagaimana dengan kompetisi di Filipina, ada rencana ke depan?

Ya, tentu saja. Di Filipina hanya tujuh klub besar hanya terpusat di Manila dan mereka semua tergabung di Divisi Utama (UFL) atau  Divisi 1 pada 2015. Itu sebabnya kami juga masih memakai pemain keturunan untuk bermain di Filipina. Sekarang, saya sedang memikirkan bagaimana kompetisi tersebar di seluruh pulau di Filipina.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan