Sukses

Kenapa Kaus Klub Inggris Ini Tanpa Merek?

Liputan6.com, London - Ya, Southampton FC pada 2014/15 ini pecah kongsi dengan produsen alat olah raga ternama Adidas. Hingga Mei silam, kubu The Saints dan perusahaan raksasa asal Jerman itu tidak sepakat soal desain kaus utama dan seragam kedua, serta tak sepaham juga masalah tarif jual kaus.

Pilihan-pilihan solusi yang dimiliki Soton dan Adidas menurut Footy Headlines bikin puyeng karena menyangkut kontrak yang tengah berjalan dan ketidaksiapan pabrikan alternatif untuk memproduksi massal desain kaus yang disukai fan dan pengurus klub.  

Imbasnya, tim besutan Ronald Koeman tersebut memutuskan membeli kain, menjahit, membordir logo, dan menyablon sendiri kaus mereka! Hasilnya? Ternyata cukup oke dan bergaya. Sponsor kaus Southampton yang baru, Veho (jaringan penjual barang-barang elektronik), puas banget dengan langkah yang diambil Soton.

Rumornya Adidas pun akan kembali berjodoh dengan pihak klub untuk memproduksi seragam Southampton di 2015/16 karena kaus hasil swadaya ini laris manis bak kacang goreng di kalangan pendukung. Seberapa laku sebenarnya baju kebanggaan Dusan Tadic dkk. itu?

 

2 dari 2 halaman

Jadi Incaran Kolektor

Kabarnya di akhir Agustus kaus tersebut sempat ludes terjual dan untuk menunggu baju tersebut diproduksi ulang, warga harus dengan sabar menunggu antrean pesanan yang mengular di situs klub. Tak hanya itu, kaus untuk anak-anak balita pun sold out di WestQuay Saints Store dan St. Mary’s Megastore.

Well, soal bikin seragam sendiri seperti ini sebenarnya bukan berita baru di ranah sepak menyepak bola. Tapi, jika sebuah kaus alternatif malah laku keras jelas tidak terjadi di setiap musim. Kaus utama Soton yang bercorak belang vertikal merah-putih itu diluncurkan dengan hashtag #TheStripesAreBack di jagad sosial media pada Agustus lalu.

Tampak muka, ada lima strip merah besar pada kaus tersebut dan masing-masing mengandung garis-garis miring berwarna merah marun. Hingga kini, kostum Southampton FC yang bersejarah itu terus dicari banyak orang, termasuk para kolektor dan penggemar klub lain dari dalam dan luar negeri. Luar biasa!

 

Baca Juga:

Van Gaal Ungguli Ferguson Dalam Urusan Ini

Evan Dimas 'Si Penjelajah Waktu' Timnas U-19

Kisah Pengiriman Uang untuk Timnas Ghana akan Difilmkan