MU Terpuruk, Siapa Harus Tanggung Jawab?

Setidaknya ada 3 pihak yang harus bertanggung jawab atas merosotnya prestasi MU.

Diterbitkan 02 September 2014, 05:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keluarga Glazer

2. Utang keluarga Glazer buat MU tidak bisa belanja

Selain Ferguson, keluarga Glazer ikut memiliki andil bagi terpuruknya The Red Devils. Sejak diambil alih Glazer, MU yang masuk dalam jajaran tim terkaya di dunia justru mengalami masalah finansial. MU mendadak memiliki utang baru sebesar 325 juta poundsterling (Rp 6,3 triliun).

Mantan CEO MU, David Gill telah memprediksi, MU bakal memiliki tanggungan "segunung" itu karena keluarga Glazer membeli MU dengan cara berutang. Dan Gill memilih pindah ke Chelsea dengan limit dana yang tidak terbatas.

Langkah Glazer bisa dimengerti karena brand MU yang telah mendunia dan memiliki basis fans di seluruh negara. Untuk menutupi utang itu, setiap tahun MU terus meningkatkan harga tiket dan marchandise resmi. Sayang, pendapatan dari segi bisnis tidak mengalir sepenuhnya untuk membangun tim.

Sejak era Glazer, investasi MU sampai saat ini bernilai 382,9 juta poundsterling (Rp 7,4 triliun). Jumlah itu akumulasi dari pembelian Edwin van Der Sar dari Fulham pada 2005 hingga klub memecahkan rekor transfer ketika mendatangkan Juan Mata ke Old Trafford dari Chelsea senilai 37,1 juta poundsterling (Rp 720 miliar) pada bursa transfer musim dingin lalu.

Sedangkan dihitung dari periode yang sama sampai saat ini, MU masih kalah dalam urusan belanja dengan sang tetangga ManCity yang menghabiskan uang sebesar 693,7 pound (Rp 13 triliun). Begitu juga Chelsea yang mengahabiskan dana hingga 600,2 juta poundsterling (Rp 11 triliun). Jumlah belanja MU masih jauh dibandingan musuh abadi Liverpool dengan 443,7 juta poundsterling (Rp 8,6 triliun).

Sebelum Glazer mengambil tampuk kepemimpinan di MU, Ferguson bisa memecahkan rekor transfer termahal di Inggris sebanyak lima kali ketika mendatangkan Gary Pallister, Roy Keane, Andy Cole, Juan Veron, dan Rio Ferdinand.

Marouanne Fellaini menjadi pembelian pertama David Moyes senilai 27,5 juta poundsterling (Rp 500 miliar) setelah Owen Hargreaves pada 2007 dengan nilai transfer 17 juta poundsterling (Rp 330 miliar).

Ed Woodward

3. CEO yang buta sepakbola

Meski keputusan itu di luar lapangan  hijau, nyatanya hal itu berdampak serius bagi tim.  MU melakukan dua pergantian krusial secara berbarengan, mengganti posisi manajer tim sekaligus CEO dalam waktu bersamaan ikut mempengaruhi kebijakann transfer. MU menunjuk Ed Woodward sebagai CEO pada 2012 menggantikan posisi yang ditinggalkan David Gill.

Woodward memiliki pengetahuan minim tentang sepakbola. Pria asal Inggris itu tidak memiliki seluk beluk sepakbola secara mendalam karena memiliki latar belakang akuntansi dan bisnis.  Rencana transfer MU berantakan seperti usaha mendatangkan Thiago Alcantara dan Cesc Fabregas.

Berbeda dengan langkah strategis pemilik Manchester City (ManCity), Sheikh Mansour yang lebih dulu merekrut dua mantan petinggi Barcelona, CEO Ferran Soriano (mantan Wakil Presiden Barcelona periode 2003-2008) dan Direktur Olahraga, Txiki Begiristain yang merumuskan rencana ke depan ManCity.

p>Ketika Manuel Pellgrini datang, rencana tim tinggal disesuaikan, termasuk program pembelian pemain untuk memperbaiki skuat. Ini membuat rencana kerja ManCity membentuk skuat yang kompetitif lebih terarah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan