Dari Anggota PNM Mekaar Naik Kelas jadi BRILink Agen, Intip Kisah Ragaia Wanita Tangguh di Pulau Arar Papua Barat Daya

Kehadiran BRILink Agen di Kampung Arar memudahkan warga melakukan transaksi keuangan tanpa harus menyeberang pulau.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sorong - Keterbatasan akses layanan keuangan masih menjadi tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Jarak dan kondisi geografis membuat kebutuhan seperti permodalan dan transaksi keuangan tidak selalu mudah dijangkau. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran layanan keuangan di tingkat lokal menjadi penting untuk mendekatkan akses sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Gambaran itu turut dirasakan warga Kampung Arar, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Sebelumnya, kebutuhan transaksi keuangan mengharuskan sebagian warga bepergian dan menyeberang pulau, yang berarti membutuhkan waktu sekaligus biaya transportasi. Jarak membuat transaksi sederhana pun tidak selalu bisa dilakukan dengan cepat.

Kini, warga memiliki pilihan yang lebih dekat melalui BRILink Agen milik Ragaia Sosir. Dari kios sederhana di Kampung Arar, Ragaia melayani berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari tarik tunai, pengisian pulsa hingga pembelian token listrik. Kehadiran layanan tersebut membuat akses keuangan lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari warga.

Dari Terasi hingga Mengembangkan Usaha

Sebelum memiliki kios, Ragaia mengandalkan hasil laut untuk menambah penghasilan keluarga. Ia pernah mengikuti suaminya mencari udang di laut. Hasil tangkapan kemudian dikeringkan dan diolah menjadi terasi untuk dijual.

Namun, pembeli terasi tidak selalu ramai. Ragaia pun mencoba menjual berbagai kebutuhan lain hingga akhirnya memiliki kios.

“Yang membuat mama tertarik untuk membuka kios itu, pertama karena ada pembeli. Mama bisa mendapatkan uang setiap hari. Walaupun tidak banyak, tetapi ada pemasukan,” katanya.

Keputusan untuk berjualan di kios berangkat dari keinginannya agar tetap produktif sambil mengurus keluarga. Baginya, penghasilan tambahan tidak harus besar, tetapi bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Namanya hidup itu ada maju, ada mundur, ada naik, ada turun. Jadi, ya harus diusahakan saja. Mama tidak akan pantang menyerah. Mama tetap berusaha dan semangat,” kata Ragaia.

Dalam proses mengembangkan usaha, Ragaia mengenal PNM Mekaar. Informasi itu ia dapat ketika sedang berjualan di dermaga dan berbincang dengan seorang perempuan yang menanyakan sumber modal usahanya.

Ragaia kemudian mengetahui bahwa PNM Mekaar dapat memberikan akses pembiayaan bagi perempuan yang menjalankan usaha. Modal tersebut ia manfaatkan untuk mengembangkan jualannya.

“PNM Mekaar bisa membuka jalan bagi kami, mama-mama yang ada di Kampung Arar, melalui modal usaha. Dulu kami harus cari modal sendiri. Dengan PNM Mekaar, kami bisa mendapatkan modal untuk berjualan,” ujarnya.

Dari yang semula hanya menjual satu jenis barang, Ragaia kemudian dapat menyediakan lebih banyak kebutuhan bagi warga Kampung Ara.

BRILink Agen Bikin Layanan Keuangan Lebih Dekat

Kesempatan menjadi Agen BRILink datang melalui anak Ragaia yang mengikuti kegiatan bersama anggota PNM Mekaar.

Awalnya, Ragaia ragu karena tidak terbiasa menggunakan telepon seluler dan belum memahami cara menjalankan layanan tersebut. Anaknya kemudian membantu mengelola BRILink Agen di kios miliknya.

Seiring waktu, warga mulai datang untuk melakukan transaksi. Kehadiran agen membuat mereka tidak perlu selalu bepergian dan menyeberang pulau ketika membutuhkan layanan keuangan.

Bagi Ragaia, layanan tersebut bukan hanya menambah aktivitas di kios, tetapi juga menghadirkan fungsi baru bagi usahanya. Warga kini memiliki titik layanan yang lebih dekat untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari.

Dampaknya bagi keluarga Ragaia juga terasa secara bertahap. Dari hasil berbagai usaha yang dijalankan, ia dapat menyisihkan penghasilan untuk memperbaiki rumah.

Rumah yang sebelumnya berdinding papan mulai diperbaiki dengan mengganti sejumlah bagian menggunakan batu bata dan kaca. Keluarganya juga kini memiliki toilet sendiri, setelah sebelumnya harus menggunakan toilet bersama dan berjalan cukup jauh.

Perjalanan itu membuat Ragaia semakin yakin bahwa usaha harus terus dijalankan meski hasilnya tidak selalu besar.

Sebagai Ketua Kelompok Mekaar Kampung Arar & BRILink Agen, Ragaia berharap perempuan lain di Kampung Arar juga tidak berhenti mencari peluang untuk membantu ekonomi keluarga.

“Jangan sampai mama-mama bosan berjualan atau melakukan kegiatan yang bisa membantu ekonomi keluarga. Jangan hanya bergantung kepada suami. Mama-mama juga harus tetap bekerja dan berusaha,” tuturnya.

Pengalaman Ragaia Sosir menunjukkan bagaimana layanan di tingkat agen dapat berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Dari usaha jual terasi, ia kini juga melayani transaksi perbankan sekaligus memberikan edukasi sederhana kepada pelanggan agar lebih berhati-hati saat menerima informasi yang berpotensi mengarah pada penipuan.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6