Zulkifli Hasan: Nelayan Masuk Kategori Termiskin, Gak Bisa Makan Tanpa Bantuan

Zulkifli Hasan sebut nelayan masuk kategori sangat miskin hingga tak bisa makan tanpa bantuan. Presiden Prabowo minta KKP ambil langkah konkret.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menilai kehidupan nelayan saat ini masih tergolong dalam kategori desil satu alias kelompok masyarakat paling miskin. Penilaian ini didasarkan pada rendahnya angka Nilai Tukar Nelayan (NTN).

Ia membeberkan, nilai tukar nelayan pada 2025 tercatat sebesar 103,9. Angka tersebut dinilai sangat minim bagi masyarakat pesisir dan menjadi cerminan betapa rendahnya tingkat kesejahteraan serta daya tahan ekonomi mereka.

"Nilai tukar nelayan tahun 2025 itu 103,9, seratus tiga, dari seratus modal baru dia dapat tiga. Nah ini gak bisa makan kalau gak dibantu beras, dia gak bisa sekolahkan anaknya kalau tidak dibantu bantuan tunai," ungkap Zulkifli di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (12/10/2026).

Sebagai pembanding, Nilai Tukar Petani (NTP) pada periode yang sama mampu menyentuh angka 131. Menurut Zulkifli, capaian NTP sebesar itu sudah terbilang cukup untuk menopang hidup petani. Ia pun menyayangkan kondisi nelayan yang menjadi garda terdepan, tetapi kesejahteraannya justru belum terjamin.

"Berarti nelayan itu masuk kategori desil satu, artinya ini termasuk sangat miskin. Tidak mungkin ini dibiarkan, ya sudah hampir 80 tahun berputar-putar seperti itu. Kalau ada apa penduduk Indonesia yang perang dulu itu nelayan ini yang paling depan. Tapi hidupnya mereka berada di desil satu kategori sangat miskin," beber dia.

Menanggapi situasi ini, Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, untuk memacu nilai tukar nelayan hingga menembus angka 120 pada tahun depan. 

"Pak Menteri Kelautan ditergetkan oleh Bapak Presiden tahun ini dan tahun depan untuk melakukan sesuatu terobosan besar-besaran agar nilai tukar ini bisa meningkat dari 103 minimal tahun depan sudah bisa 120. Ada kampung nelayan dan lain-lain," jelas dia.

 

Kekayaan Laut RI Dicuri Nelayan Asing

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto sempat menyoroti masih banyaknya keberadaan kapal asing yang bebas beroperasi di laut Indonesia setiap malam. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat keterpihakan pemerintah kepada nelayan lokal.

Prabowo menyebut puluhan ribu kapal asing telah mengeruk kekayaan laut Indonesia, khususnya sumber daya ikan. Sebagai langkah nyata, pemerintah siap memproduksi ribuan unit kapal baru khusus bagi nelayan dalam negeri.

"Puluhan ribu kapal-kapal asing tiap malam berada di laut Indonesia. Puluhan ribu kekayaan laut kita diambil tanpa ada langkah-langkah. Sekarang kita bekerja. Mulai tahun depan kita bangun ribuan kapal-kapal nelayan untuk nelayan-nelayan kita," ucap Prabowo dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Janji Bantu Nelayan Kecil

Prabowo menegaskan bahwa kelompok nelayan kini menjadi salah satu prioritas utama penerima bantuan. Ia berjanji bakal mencurahkan perhatian penuh pada nasib nelayan setelah 81 tahun Indonesia merdeka. 

"Nelayan yang memerlukan bantuan yang tidak pernah dibantu. Selama 81 tahun Indonesia merdeka, kita sekarang akan mengurus nelayan-nelayan Indonesia. Tanah Air kita, yang laut adalah tiga perempat dari negara kita," jelas dia.

Sebagai catatan, beberapa program strategis pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan nelayan di antaranya mencakup revitalisasi dermaga perikanan hingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6