Menaker Yassierli: Link and Match Industri, Asosiasi dan Kampus Kunci Cetak Pekerja Kompeten

Menaker Yassierli mengatakan, kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan lulusan dapat dijembatani melalui kolaborasi.

Diterbitkan 10 Oktober 2026, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Panasonic Gobel Indonesia, APITU Indonesia, dan Universitas Darma Persada (UNSADA) sepakat membangun ekosistem kolaborasi link and match yang mencakup upskilling, riset, magang industri, sertifikasi profesi, hingga penyerapan tenaga kerja teknik. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Tripartit dalam rangkaian Seminar Nasional HVAC-R 2026 di Auditorium Kampus UNSADA, Jakarta Timur, Kamis, 8 Oktober 2026.

 

Melalui MoU ini, ketiga pihak sepakat membangun ekosistem kolaborasi link and match yang mencakup upskilling, riset, magang industri, sertifikasi profesi, hingga penyerapan tenaga kerja teknik.

UNSADA berperan menyiapkan sarjana teknik yang adaptif dan siap pakai, APITU Indonesia sebagai asosiasi praktisi pendingin dan tata udara mendorong standar kompetensi kerja, sementara Panasonic Gobel Indonesia menghadirkan transfer teknologi dari industri. Yassierli menyambut baik sinergi antara industri, asosiasi hingga perguruan tinggi.

"Kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan lulusan hanya bisa dijembatani lewat kolaborasi nyata. Kemitraan tripartit seperti ini adalah contoh konkret link and match, di mana industri, asosiasi profesi, dan kampus bergerak bersama mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing," tutur Yassierli, mengutip keterangan resmi, Sabtu (10/10/2026).

Yassierli menambahkan, sektor tata udara dan pendingin memiliki peluang kerja yang besar. "Kebutuhan teknisi HVAC-R akan terus tumbuh, mulai dari gedung pintar dan ramah lingkungan hingga rantai dingin untuk pangan dan logistik. Ini peluang yang harus kita siapkan SDM-nya sejak di bangku kuliah," kata dia.

Acara yang didukung Kementerian Ketenagakerjaan ini juga ditandai dengan peresmian Training Center Panasonic.

 

 

Training Center Dekatkan Mahasiswa dengan Industri

Rektor UNSADA, Agus Salim Sadikin menuturkan, kehadiran Training Center Panasonic akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

"Bagi UNSADA, kerja sama ini membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar langsung dengan teknologi dan standar industri. Kami ingin lulusan kami tidak hanya kuat secara teori, misalnya memahami siklus refrigerasi dan perhitungan beban pendinginan, tetapi juga terampil di lapangan dan siap bekerja maupun berwirausaha," ujar Agus Salim Sadikin.

Sementara itu, M. Arif Rachmat Gobel dari PT Panasonic Gobel Indonesia, mengatakan Training Center ini menjadi wujud komitmen perusahaan terhadap pengembangan SDM nasional.

"Teknologi tata udara terus berkembang menuju sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui Training Center ini, kami ingin mahasiswa dan teknisi mendapatkan pengetahuan produk dan teknologi terkini, sehingga Indonesia memiliki tenaga ahli yang siap mendukung pembangunan smart and green building," ujar Arif.

 

APITU Dorong Sertifikasi dan Standar Kompetensi

Ketua Umum APITU Indonesia, AGUS Susilo, menekankan pentingnya standar kompetensi bagi teknisi tata udara.

"Profesi di bidang pendingin dan tata udara menuntut keahlian dan keselamatan kerja yang terstandar. Lewat kemitraan ini, para praktisi APITU siap berbagi pengalaman lapangan, membuka jejaring profesional, dan mendukung sertifikasi agar mahasiswa maupun teknisi mampu menjawab perkembangan teknologi dan regulasi, termasuk mutu rantai dingin," tutur Agus Susilo.

Mengusung tema Membangun Masa Depan Smart & Green Building: Sinergi Industri, Akademisi, dan Profesional dalam Membangun SDM Kompeten dan Berdaya Saing, kegiatan ini lahir dari kebutuhan peningkatan kualitas dan kompetensi SDM teknik seiring pesatnya perkembangan teknologi Heating, Ventilation, Air Conditioning, and Refrigeration (HVAC-R).

Seminar Lima Sesi: Dari Termodinamika hingga Bisnis Cold Storage

Usai penandatanganan, Seminar Nasional berlangsung dalam lima sesi yang membahas teknologi refrigerasi, pengenalan cold storage dan logistik rantai dingin, sesi motivasi bisnis kewirausahaan tata udara bagi mahasiswa, serta pengenalan produk terkini Panasonic.

Materi seminar dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta tentang prinsip siklus refrigerasi dan karakteristik refrigeran komersial, membekali keterampilan menghitung beban pendinginan dan merancang tata letak cold storage yang efisien.

Selain itu, menyelaraskan wawasan dengan regulasi mutu rantai dingin, hingga membuka peluang bisnis cold storage lengkap dengan analisis efisiensi energi dan kelayakan investasinya.

Kerja sama tripartit ini diharapkan menjadi momentum penting dalam pengembangan SDM dan penguatan industri tata udara nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6