Ekspor IWIP dan Morowali Capai US$ 28 Miliar, Setara 10% Ekspor RI

Dua kawasan industri nikel di IWIP dan Morowali mencatat ekspor US$ 28 miliar, setara sekitar 10% ekspor Indonesia.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua kawasan industri berbasis nikel di Indonesia, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah, mencatatkan nilai ekspor yang cukup besar.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut total ekspor dari kedua kawasan tersebut telah mencapai sekitar US$ 28 miliar.

Rosan mengatakan, ekspor dari kawasan IWIP sendiri selama ini telah mencapai sekitar US$ 11 miliar. Jika digabungkan dengan kawasan Morowali, nilai ekspor keduanya mencapai US$ 28 miliar.

Menurutnya, nilai tersebut setara dengan sekitar 10% dari total ekspor Indonesia. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan peran industri hilirisasi nikel terhadap kinerja perdagangan nasional.

"Nilai ekspor dari kawasan ini selama ini telah mencapai sekitar US$ 11 miliar. Jika digabungkan dengan Kawasan Morowali (IMIP) yang dibangun oleh Tsingshan, total ekspor keduanya mencapai US$ 28 miliar atau menyumbang sekitar 10% dari total ekspor Indonesia," kata Rosan dalam acara groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).

Ekspor dari kawasan industri tersebut didominasi berbagai produk hasil pengolahan nikel. Untuk Maluku Utara, produk yang diekspor antara lain feronikel, nikel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nikel sulfat, hingga kobalt.

Rosan mengatakan, perkembangan tersebut menjadi bagian dari transformasi Maluku Utara yang tidak lagi hanya mengandalkan aktivitas pertambangan. Sektor industri pengolahan kini menyumbang hampir separuh Produk Domestik Bruto (PDB) provinsi tersebut.

"Maluku Utara tidak lagi sekadar daerah tambang, tetapi telah bertransformasi menjadi daerah industri," ujar Rosan

 

 

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi, Nilainya Capai Rp 180 Triliun

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan 11 proyek hilirisasi dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Adapun proyek hilirisasi tersebut senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 180 triliun.

"Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)," kata Prabowo saat menghadiri peluncuran di Kabupaten Halmahera Tengah, sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (8/10/2026).

Dia menyampaikan selamat kepada semua pihak dan mitra yang memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk mengelola proyek hilirisasi. Prabowo menekankan komitmen mengelola kekayaan alam Indonesia yang sangat besar dan bernilai sehingga dapat memberi kesejahteraan serta kemakmuran untuk rakyat.

"Saya sebagai Presiden Republik Indonesia mengucapkan selamat kepada semua pihak, kesemua elemen dari dalam dan dari luar negeri, para mitra-mitra kita, mitra-mitra kita yang telah memberi kepercayaan kepada kita untuk bersama-sama dengan kita membangun suatu kesejahteraan bersama, untuk menciptakan suatu kemakmuran bersama," tuturnya.

Prabowo mengatakan bahwa hasil dari program hilirisasi sangat membanggakan dalam beberapa tahun terakhir. Dia memastikan pemerintah akan mengamankan investasi yang ada di Indonesia dan menjaga kepercayaan para mitra maupun investor.

"Saya di sini tegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di bumi Indonesia. Kita berkomitmen untuk menjaga kemitraan kita dengan sebaik-baiknya," jelas Prabowo.

Serap Tenaga Kerja

Dia menerima laporan bahwa realisasi investasi di kawasan IWIP telah mencapai 20 miliar dolar AS. Tak hanya itu, kata Prabowo, tenaga kerja yang sudah terserap sejak kawasan IWIP dikembangkan mencapai 100.000 orang.

"Menteri Investasi telah menyampaikan bahwa realisasi investasi di kawasan IWIP, Indonesia Weda Bay Industrial Park, telah mencapai sekitar 20 miliar dolar lebih, dengan rencana pengembangan investasi sebesar 7 miliar dolar Amerika di saat-saat yang mendatang," ujar dia.

"Sejak pengembangan kawasan ini, penyerapan tenaga kerja dilaporkan telah mencapai lebih dari 100.000 orang," sambung Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6