Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 15.000, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga emas Antam melemah ke posisi Rp 2.565.000 per gram pada Kamis (8/10/2026), sementara harga buyback turun Rp 25.000.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 09:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Harga emas Antam hari ini melemah Rp 15.000.

Mengutip laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini dipatok sebesar Rp 2.565.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya Rp 2.580.000 per gram.

Pelemahan tersebut sejalan dengan harga buyback (beli kembali) emas Antam yang bahkan turun dengan nilai lebih besar. Hari ini, harga buyback turun Rp 25.000 menjadi Rp 2.366.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke pihak Antam. Sementara itu, harga yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga patokan jual emas Antam kepada konsumen.

Pergerakan harga emas Antam sendiri bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika harga emas dunia serta kondisi pasar harian. Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback yang sempat menembus Rp 2.989.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam Kamis (8/10/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.332.500
  • 1 gram: Rp 2.565.000
  • 2 gram: Rp 5.080.000
  • 3 gram: Rp 7.602.000
  • 5 gram: Rp 12.640.000
  • 10 gram: Rp 25.200.000
  • 25 gram: Rp 62.835.000
  • 50 gram: Rp 125.505.000
  • 100 gram: Rp 250.860.000
  • 250 gram: Rp 626.840.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.253.400.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.505.600.000 (pre-order).

Harga Emas Dunia Melemah, Investor Tunggu Risalah The Fed

Harga emas dunia turun hampir 1% pada perdagangan Rabu seiring penguatan dolar AS. Investor juga menanti risalah rapat Federal Reserve (The Fed) September untuk mengetahui dukungan para pembuat kebijakan terhadap kenaikan suku bunga berikutnya.

Mengutip CNBC, Kamis (8/10/2026), harga emas spot turun 0,98% menjadi US$ 4.122,73 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,91% menjadi US$ 4.149 per ounce.

Indeks dolar AS menguat 0,4%. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Selain itu, ada unsur kehati-hatian menjelang rilis risalah terbaru Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) hari ini,” kata Direktur dan CEO ActivTrades Ricardo Evangelista.

“Selama belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai dukungan terhadap kenaikan suku bunga, kemungkinan ada keengganan untuk mengambil posisi lebih besar di emas,” ujarnya.

Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga

Setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan, pasar kini memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober. Namun, berdasarkan CME FedWatch, pasar masih memperhitungkan peluang 86% untuk kenaikan suku bunga pada Desember.

Presiden Federal Reserve Kansas City Jeff Schmid mengatakan suku bunga masih perlu dinaikkan untuk menekan inflasi. Sementara Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly menyebut keputusan tersebut akan bergantung pada apakah faktor pendorong inflasi mulai mereda atau justru bertahan.

Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Penurunan harga masih mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran terhadap utang pemerintah dan inflasi, serta permintaan dari bank sentral,” kata Evangelista.

Di sisi lain, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperingatkan ekonomi global menghadapi risiko akibat harga energi tinggi, utang publik yang mencapai rekor, dan lonjakan investasi AI.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6