Liputan6.com, Jakarta - Fluktuasi harga emas perhiasan menjadi perhatian utama bagi investor maupun kolektor, dengan nilai yang bervariasi berdasarkan kadar karat dan toko penjualnya. Pada Kamis (8/10/2026), terdapat perbedaan signifikan antara harga beli dan jual di beberapa penyedia terkemuka, seperti Raja Emas Indonesia dan Laku Emas.
Memahami pergerakan harga ini sangat penting sebelum melakukan transaksi. Selain itu, kemampuan untuk membedakan emas asli dan palsu juga menjadi krusial, mengingat maraknya praktik pemalsuan di pasar.
Informasi komprehensif mengenai harga serta panduan keaslian ini dapat menjadi acuan penting bagi masyarakat yang ingin berinvestasi atau memiliki perhiasan emas.
Advertisement
Daftar Harga Beli Emas di Raja Emas Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164116/original/089486600_1742113966-WhatsApp_Image_2025-03-16_at_10.42.46_e3181dfb.jpg)
Pada Kamis, 8 Oktober 2026, harga beli emas perhiasan di Raja Emas Indonesia menunjukkan variasi yang signifikan tergantung pada kadar karatnya. Untuk emas K24*, harga beli ditetapkan sebesar Rp 2.140.000 per gram. Sementara itu, emas K24 dengan kemurnian 99,5% dihargai Rp 2.050.000 per gram.
Emas dengan kadar K23 memiliki harga beli Rp 1.950.000 per gram, sedangkan K22 tercatat Rp 1.855.000 per gram. Kadar K21 dapat dibeli seharga Rp 1.772.000 per gram, dan K20 dihargai Rp 1.687.000 per gram.
Untuk kadar yang lebih rendah, emas K19 memiliki harga beli Rp 1.602.000 per gram, K18 sebesar Rp 1.520.000 per gram, dan K17 senilai Rp 1.438.000 per gram. Emas K16 dibeli dengan harga Rp 1.349.000 per gram, K15 seharga Rp 1.266.000 per gram, dan K14 sebesar Rp 1.181.000 per gram.
Adapun emas K13 dihargai Rp 1.097.000 per gram, K12 sebesar Rp 1.014.000 per gram, dan K11 tercatat Rp 929.000 per gram. Emas K10 memiliki harga beli Rp 844.000 per gram, K9 sebesar Rp 761.000 per gram, dan K8 dihargai Rp 676.000 per gram. Selanjutnya, emas K7 dibeli seharga Rp 591.000 per gram, K6 sebesar Rp 510.000 per gram, dan K5 dengan harga Rp 425.000 per gram.
Advertisement
Perbandingan Harga Jual Emas di Laku Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164117/original/073950300_1742113967-WhatsApp_Image_2025-03-16_at_10.42.46_7b956a97.jpg)
Pada tanggal yang sama, Laku Emas juga merilis daftar harga jual emas perhiasan yang bervariasi berdasarkan kadar karatnya. Emas 24K dengan kemurnian 99% dijual seharga Rp 2.135.000 per gram.
Harga jual untuk emas 23K adalah Rp 1.944.000 per gram, sementara 22K tercatat Rp 1.861.000 per gram. Emas 21K dapat dijual dengan harga Rp 1.779.000 per gram, dan 20K seharga Rp 1.692.000 per gram.
Untuk kadar menengah, emas 19K memiliki harga jual Rp 1.606.000 per gram, 18K seharga Rp 1.520.000 per gram, dan 17K senilai Rp 1.434.000 per gram. Emas 16K dijual dengan harga Rp 1.348.000 per gram, 15K seharga Rp 1.264.000 per gram, dan 14K sebesar Rp 1.179.000 per gram.
Pada kadar yang lebih rendah, emas 13K dihargai Rp 1.094.000 per gram, 12K sebesar Rp 1.008.000 per gram, dan 11K tercatat Rp 922.000 per gram. Emas 10K dijual dengan harga Rp 838.000 per gram, dan 9K seharga Rp 752.000 per gram.
Tips Jitu Mengenali Keaslian Emas Perhiasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976575/original/043509500_1441279137-harga-emas-7.jpg)
Memastikan keaslian emas merupakan langkah penting, baik bagi investor maupun pemilik perhiasan. Salah satu cara awal adalah memeriksa tanda atau cap (hallmark) yang biasanya terukir pada emas asli. Cap ini umumnya menunjukkan kadar karat, seperti 999 untuk 24K, 750 untuk 18K, 585 untuk 14K, atau 375 untuk 9K, serta tanda dari produsen. Namun, perlu diwaspadai karena cap karat juga bisa dipalsukan.
Uji magnet dapat menjadi metode sederhana lainnya, sebab emas asli bersifat non-magnetis dan tidak akan menempel pada magnet. Disarankan menggunakan magnet kuat seperti neodymium, karena magnet kulkas biasa mungkin tidak cukup efektif, terutama untuk perhiasan yang seringkali mengandung campuran logam lain.
Metode uji goresan melibatkan penggosokan emas pada permukaan keramik putih tanpa glasir atau kertas tebal. Emas asli akan meninggalkan garis berwarna emas atau kekuningan, sementara emas palsu atau campuran cenderung meninggalkan garis hitam atau warna lain. Tes ini berisiko merusak permukaan emas, sehingga harus dilakukan dengan hati-hati pada bagian yang tidak terlihat.
Â
Advertisement
Uji Asam Nitrat
Perhatikan juga warna dan berat emas. Emas asli memiliki warna kuning yang khas, cemerlang, dan mengkilap yang tidak akan memudar seiring waktu. Secara densitas, emas asli lebih berat dibandingkan logam lain yang sering digunakan untuk perhiasan palsu, dengan emas murni 24 karat memiliki massa jenis sekitar 19,3 g/ml. Emas palsu mungkin terasa terlalu ringan atau warnanya tidak merata.
Uji asam nitrat adalah metode yang lebih akurat, di mana emas tidak akan bereaksi dengan asam tersebut. Jika emas diolesi asam nitrat dan tidak terjadi perubahan warna atau reaksi kimia, kemungkinan besar itu asli. Namun, tes ini melibatkan bahan kimia berbahaya dan sebaiknya diserahkan kepada ahli.
Uji densitas merupakan metode presisi yang mengukur kepadatan emas, di mana setiap kadar karat memiliki kepadatan berbeda. Misalnya, emas 24K memiliki kepadatan sekitar 19,3 g/ml. Pengujian ini dapat dilakukan dengan mengukur massa emas dan perubahan volume air saat emas dimasukkan ke dalam gelas ukur.
Â
Uji Jatuh ke Air
Selain itu, uji jatuh ke air juga bisa dilakukan; emas asli umumnya akan tenggelam ke dasar wadah air karena sifatnya yang padat, sedangkan emas palsu cenderung mengapung. Uji gigit, yang menunjukkan sifat lunak emas murni dengan meninggalkan bekas gigitan, tidak sepenuhnya dapat diandalkan karena logam lain seperti timah juga lunak.
Jika masih ragu, cara terbaik adalah mencari bantuan profesional dengan mengunjungi toko emas terpercaya atau lembaga pengujian resmi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Emas batangan sering dilengkapi dengan sertifikat keaslian yang memiliki fitur keamanan seperti garis minor berwarna-warni dan watermark perusahaan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367654/original/007339100_1791359633-HOAX__32_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367806/original/093780900_1791362859-purbaya_KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444035/original/083055000_1765769782-Perhiasan_Emas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5296893/original/014230300_1753623860-27_juli_2025-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)