Pertamina Dinilai Tak Punya Arah Bisnis Bila Akuisisi PTBA

Meski sudah dibantah, kabar PT Pertamina (persero) mengakuisisi PT Bukit Asam (PTBA) Tbk menuai kekhawatiran.

Diterbitkan 06 Februari 2014, 18:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Meski sudah dibantah, kabar PT Pertamina (persero) mengakuisisi PT Bukit Asam (PTBA) Tbk menuai kekhawatiran. Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia (UI), Iwa Garniwa menilai, isu akuisisi PT BA membuat Pertamina tidak memiliki arah kebijakan yang jelas dalam bisnisnya.

"Saya melihat Pertamina itu kesannya membabi buta, semua mau diambil, padahal core bisnis dia kan minyak," tegas dia, Kamis (6/2/2013).

Dia menilai akan lebih baik jika perusahaan negara, seperti PT BA dan Pertamina fokus pada bidang bisnis masing-masing.
 
Sebagai contoh, kata dia, langkah yang bisa dilakukan Pertamina seperti meningkatkan lifting, mencari ladang minyak baru.

"Ladang lama ekspoitasi lagi. Menurut saya dengan teknologi sekarang ini mendapatkan mendapatkan ladang baru sudah tidak susah lagi," tutur dia.
 
Dia menegaskan, jangan ada kesan setelah mainan lama perusahaan yakni minyak mau habis, kemudian mengincar mainan lain, seperti batubara.

"Akan lebih baik dieksplorasi ladang minyak lama. Apalagi perusahaan pelat merah dikhususkan untuk agen pembangunan, bukan demi Pertamina, demi PLN atau demi BUMN lainnya. Ini demi energi yang lebih efisien," tandas dia.

Dia curiga, rencana akuisisi PT BA ini terkesan bukan kepentingan yang lebih besar tapi kepentingan kelompok tertentu. "Ini juga terjadi karena masalah aturan yang memang terkesan liberal khusus di sektor migas," tandas dia.
 
Iwa menilai Pertamina saat ini berhadapan dengan beberapa persoalan utamanya, seperti ketergantungan pada impor minyak dan BBM yang menguras devisa negara dan membebani APBN.

Ini terjadi karena lifting minyak terus menurun dan tak ada pembangunan kilang yang memproduksi BBM sejak 1994. “Pertamina harusnya kan fokus ke situ,” tegas dia.

Sebelumnya manajemen Pertamina menepis kabar rencana akuisisi PT BA ini. Meski demikian, Pertamina mengakui sedang mengolah seluruh energi yang ada di Indonesia untuk menjadi perusahaan energi dunia.

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, Pertamina memiliki niat menjadi perusahaan energi dunia, yaitu dengan mengembangkan energi yang ada saat ini sejak 2012.

"Konteksnya itu kan Pertamina sejak 2012 berubah perusahaan energi tentunya semua hal terkait energi masuk hal jangka panjangnya," kata Ali saat berbincang dengan Liputan6.com.

Namun Ali menampik, jika untuk menjalankan niat tersebut Pertamina harus mengakuisisi perusahaan energi lainnya termasuk Bukit Asam.

"Tidak ada (akusisi PTBA), aku masih kofirmasi, tapi tidak ada spesifik akuisisi ini itu, makanya saya juga heran (atas kabar tersebut)" ungkapnya.

Menurut Ali, saat ini sudah ada beberapa rencana Pertamina tersebut yang terealisasi, yaitu dengan mengembangkan sumber energi untuk pembangkit listrik yang berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Pertamina jangka panjang masuk di listrik kemudian itu sudah kami langsungkan listrik dari sampah, masuk solar sel, energi angin, biofuel, semua kesempatan terkait enegi masuk jangka panjangan tapi bukan berati mengakuisisi perusahaan enegi," pungkasnya. (Pew/Nrm)

Baca juga:

Setelah PGN, Pertamina Bakal Akuisisi
PTBA?

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6