Sukses

IMF: Ekonomi AS akan Menguat pada 2014

Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi ekonomi Amerika Serikat (AS) akan tumbuh dengan laju yang lebih cepat pada 2014. Hal itu karena, AS terus memperlihatkan data ekonomi yang positif dan tanda-tanda kompromi di Kongress.

Seperti mengutip laman CNBC, Senin (23/12/2013), Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde juga memuji langkah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pekan lalu untuk mulai mengurangi dana stimulusnya US$ 10 miliar.

"Pertumbuhan ekonomi tengah meningkat dan tingkat pengangguran terus berkurang. Jadi semuanya mengarah pada proyeksi pertumbuhan yang lebih kuat pada 2014," ungkap Lagarde.

Pada Oktober, IMF memperkirakan ekonomi AS dapat meningkat 2,6% pada 2014 setelah tumbuh 1,6% sepanjang tahun. Saat itu, Lagarde telah memperingatkan, kegagalan Kongres untuk meningkatkan batas utang AS tak hanya menganggu perekonomian negaranya tapi juga negara-negara lain di dunia.

Kongres AS telah mampu mengatur pemerintah untuk keluar dari lilitan batas utangnya termasuk kesepakatan anggaran selama dua tahun guna memangkas beberapa pemotongan pengeluaran yang direncanakan dan mengurangi risiko penghentian operasional sementara pemerintah (shutdown).

Akan tetapi, badan legislatif tak punya kapasitas apapun untuk menghindari kemungkinan gagal bayar jika Kongres tidak menaikkan batas pinjamannya.

Sementara itu, kepengurusan pemerintah Presiden Barack Obama telah memperingatkan bahwa pemerintah dapat kehabisan otoritas pinjaman yang diperlukan untuk membayar utangnya pada Februari. Untuk itu, anggota parlemen perlu menaikkan batas utangnya.

"Anggaran kesepakatan yang dipotong pada akhir tahun adalah tanda yang sangat baik, refleksi dari tanggung jawab, akuntabilitas dan realisme," terang Lagarde.

Dia sangat berharap pada Februari mendatang, Kongres dapat bekerja sama untuk bertanggungjawab. Kongres diharapkan tidak mengancam dengan perdebatan lain dalam menentukan keputusan utang AS. (Sis/Ahm)

Baca Juga:

Tapering Fed Bertahap, AS Dengarkan Aspirasi Negara Berkembang

Negara Maju Membaik, Indonesia Ketinggalan Antisipasi Krisis

The Fed Pangkas Stimulus? Itu Keputusan Tepat!