BUMN BKI: Kapal Cepat Butuh Standar Keselamatan Khusus

PT BKI (Persero) sebagai badan klasifikasi nasional berperan memastikan kapal untuk layak berlayar.

Diterbitkan 09 Mei 2026, 16:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Riuh aktivitas pelabuhan di Batam tak pernah benar-benar reda. Sejak pagi hingga senja, kapal cepat penumpang hilir mudik mengangkut penumpang menuju Singapura dan Malaysia. Di balik mobilitas tinggi itu, ada satu hal yang terus diperkuat: keselamatan pelayaran.

Hal tersebut menjadi benang merah dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan Kapal Cepat Penumpang yang digelar di Batam, baru-baru ini. Forum ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang temu regulator, badan klasifikasi, hingga pelaku usaha pelayaran untuk menyatukan langkah dalam menjaga standar keselamatan di laut.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bersama jajaran regulator, BKI, dan para pemangku kepentingan pelayaran lainnya.

Di tengah dinamika pelayaran lintas negara yang kian padat, kapal cepat penumpang memang menghadirkan tantangan tersendiri. Karakteristiknya yang berbeda dari kapal konvensional membuat aspek keselamatan tidak dapat disamakan begitu saja.

Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi PT BKI (Persero), Arief Budi Permana, menyoroti hal tersebut. Dia menilai, kapal cepat memiliki tingkat risiko operasional yang lebih tinggi sehingga membutuhkan pendekatan khusus dalam penerapan standar teknis.

"Sebagai badan klasifikasi nasional, BKI berperan memastikan kapal-kapal tersebut laik berlayar. Proses klasifikasi dan sertifikasi menjadi gerbang awal untuk menjamin setiap kapal telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan,” tutur Arief dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (9/5/2026).

Namun, di lapangan, persoalan tak selalu sesederhana regulasi di atas kertas. Salah satu tantangan yang mengemuka adalah menyelaraskan aturan nasional, standar teknis klasifikasi, dan praktik operasional sehari-hari.

Di sinilah forum ini menemukan relevansinya. Diskusi yang terbangun tidak hanya membahas aturan, tetapi juga mencari titik temu agar keselamatan tetap menjadi prioritas tanpa menghambat kelancaran operasional pelayaran.

Kegiatan ini diharapkan mampu menghapus ruang multitafsir dalam proses sertifikasi kapal. Dengan kesepahaman yang lebih solid, setiap pihak memiliki acuan yang jelas dan terukur dalam menjalankan perannya.

Pemilihan Batam sebagai lokasi pun bukan tanpa alasan. Kota ini merupakan salah satu simpul utama pelayaran kapal cepat di Indonesia, dengan rute internasional yang sibuk dan intensitas perjalanan yang tinggi. Di tempat inilah berbagai persoalan keselamatan dapat dilihat secara nyata dan dibahas langsung oleh para pemangku kepentingan.

Pada akhirnya, upaya memperkuat keselamatan kapal cepat bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik, setiap perjalanan laut, secepat apa pun lajunya, tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama.

BUMN BKI Jajaki Ekspansi Layanan ke China

Sebelumnya, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI melakukan kunjungan resmi ke Maritime Safety Administration of the People's Republic of China sebagai bagian dari rencana pembukaan layanan BKI di China. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama di bidang survei dan sertifikasi kapal serta meningkatkan dukungan bagi pengguna jasa BKI yang beroperasi di pasar internasional.

Kunjungan ini membahas persiapan pembukaan unit layanan BKI di Cina, termasuk peluang kerja sama dalam penyelenggaraan layanan klasifikasi dan penguatan dukungan terhadap keselamatan maritim.

"Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi BKI untuk memperluas jangkauan layanan serta mendekatkan dukungan teknis kepada pelanggan di kawasan Asia dan pasar global," kata Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, Selasa (27/1/2026).

Pembukaan layanan di Cina diharapkan memperkuat peran BKI dalam mendukung keselamatan maritim sekaligus meningkatkan kualitas dan kemudahan akses layanan bagi pengguna jasa internasional.

Kehadiran BKI di pusat aktivitas maritim global penting untuk memastikan layanan yang responsif dan sesuai kebutuhan industri.

Langkah ekspansi ini menegaskan komitmen BKI dalam meningkatkan kredibilitas dan daya saing di tingkat global, termasuk dalam proses menuju keanggotaan International Association of Classification Societies (IACS).

Upaya tersebut diharapkan memperkuat posisi BKI sebagai badan klasifikasi nasional yang mampu bersaing dan berkontribusi dalam industri maritim internasional.

 

Raih Statement of Compliance, Standar Mutu Jasa Klasifikasi BKI Diakui Internasional

PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI memperoleh Statement of Compliance (SOC) atas sistem manajemen mutunya setelah berhasil menyelesaikan kegiatan audit oleh SGS China pada 26 Desember 2025.

Pengakuan ini diberikan sebagai bukti bahwa BKI telah memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh International Association of Classification Societies (IACS) dalam penyelenggaraan jasa klasifikasi dan statutoria.

Statement of Compliance (SoC) merupakan pernyataan resmi atas kepatuhan suatu organisasi terhadap standar operasional yang berlaku. Bagi BKI, SoC ini diperoleh setelah perusahaan dinyatakan telah menyelesaikan audit menyeluruh atas sistem manajemen mutu sesuai skema International Association of Classification Societies Quality System Certification Scheme (IACS QSCS).

Audit mencakup pemeriksaan terhadap penerapan sistem manajemen mutu di kantor pusat dan kantor cabang (Office Audit), serta penilaian pelaksanaan layanan pada proyek tertentu dari awal hingga akhir (Vertical Contract Audit/VCA), untuk memastikan konsistensi dan keandalan layanan.

Proses audit dilakukan oleh SGS China, lembaga sertifikasi terakreditasi dan diakui IACS, yang memastikan bahwa sistem manajemen mutu BKI telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan secara global.

 

Lingkup Sertifikasi IACS QSCS

Lingkup sertifikasi IACS QSCS mencakup penilaian dan pengawasan teknis terhadap kapal serta instalasi lepas pantai bergerak untuk memastikan keselamatan dan kelayakan operasionalnya. Layanan tersebut diberikan baik kepada kapal yang baru dibangun (new building) maupun kapal yang telah beroperasi (in service).

Selain itu, BKI juga menjalankan tugas tertentu atas nama administrasi bendera, yaitu membantu pemerintah dalam memastikan kapal memenuhi persyaratan keselamatan dan peraturan pelayaran internasional yang berlaku. Sertifikasi ini memastikan bahwa seluruh proses layanan BKI dijalankan secara konsisten, terukur, dan mengutamakan keselamatan.

Pencapaian SoC ini mencerminkan komitmen BKI dalam menjaga kualitas layanan dan memperkuat sistem pengawasan internal, sejalan dengan tuntutan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim yang semakin tinggi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6