Menteri ESDM Bahlil: BBM Belum Naik Harga

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan, pemerintah akan jaga pasokan energi, cadangan energi dan harga.

Diterbitkan 26 Maret 2026, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah belum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Bahlil mengaku bersyukur karena pemenuhan kebutuhan BBM dan LPG terlaksana dengan baik selama masa lebaran.

"Dengan harga yang alhamdulillah sampai sekarang belum ada kenaikan. Kita belum menaikkan harga,” katanya dalam konferensi pers di Colomadu, disiarkan daring, Kamis (26/3/2026). 

Selama masa Lebaran khususnya pada periode arus balik juga terlihat  ketersediaan BBM di SPBU serta PKLU pengisian untuk kenderaan listrik berjalan baik.

"Seperti apa saya sampaikan di awal bahwa InsyaAllah pemerintah akan berjaga tentang pasokan energi, kemudian cadangan energi kita dan harga,” ujar dia.

Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Masih Dapat Bertahan hingga Akhir 2026

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) menegaskan pemerintah masih memiliki anggaran cukup untuk posisi harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini. Ia mengatakan, pemerintah masih memiliki kemampuan menahan harga BBM hingga akhir 2026 di tengah tekanan harga energi global dampak konflik Timur Tengah.

"Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang," kata Purbaya usai mengunjungi Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Selasa.

Purbaya menyebut pemerintah mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai peredam guncangan ("shock absorber") untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Fungsi anggaran meng-'absorb shock' dari luar. Sampai sekarang yang 'absorb' adalah APBN pemerintah," tutur dia.

Ia menambahkan kemampuan fiskal tersebut memungkinkan pemerintah menahan harga BBM hingga akhir tahun, bergantung pada kebijakan Presiden.

"Kalau segini saja, kalau presiden mau sampai akhir tahun juga bisa. Jadi saya punya uang cukup banyak. Yang masih bisa dipakai, yang pengamat, pengamat itu, enggak tahu uangnya di mana," kata dia.

 

 

 

 

 

Konflik Timur Tengah Picu Harga Minyak Menguat

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyebut harga minyak dunia melonjak hingga melampaui 100 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada pasokan dan distribusi energi global, sehingga mendorong tekanan terhadap harga minyak di pasar internasional.

"Pertamina terus memonitor dinamika harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron.

Selain itu, Pertamina menjalin komunikasi dengan pemerintah terkait kebijakan energi nasional dalam merespons lonjakan harga minyak dunia.

Waspada Perang AS-Iran, Harga BBM dan Inflasi Berpotensi Melonjak

Sebelumnya, eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini tengah menjadi sorotan dunia. Ketegangan yang kian memanas di kawasan Timur Tengah ini diprediksi tidak hanya mengguncang stabilitas politik, tetapi juga membawa dampak sistemik terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.

Lonjakan harga energi menjadi ancaman utama yang siap mengadang laju pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2026.

Research Director Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), Gundy Cahyadi, mengungkapkan bahwa tekanan baru terhadap ekonomi global mulai terasa seiring meningkatnya ketidakpastian. Padahal, di awal tahun, proyeksi ekonomi Indonesia masih terlihat cukup optimistis.

“Pada awal tahun, prospek ekonomi Indonesia sebenarnya masih relatif positif dengan proyeksi pertumbuhan berada di kisaran 5,0–5,3 persen. Namun, konflik antara Amerika Serikat dan Iran mulai mengubah proyeksi tersebut,” papar Gundy dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

Kenaikan harga minyak mentah dunia yang kini menembus angka US$ 100 per barel menjadi alarm keras bagi negara pengimpor energi seperti Indonesia. Gundy menjelaskan bahwa kondisi ini akan memicu efek domino, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga tekanan berat pada nilai tukar rupiah.

Menurutnya, jika tren harga tinggi ini bertahan lama, target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen akan sulit tercapai. Ia pun menyarankan agar pemerintah segera beralih dari mode business as usual menuju mode krisis.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Bahlil Lahadalia adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kabinet Indonesia Maju era Joko Widodo Ma'ruf Amin.
    Bahlil Lahadalia adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kabinet Indonesia Maju era Joko Widodo Ma'ruf Amin.
    Bahlil Lahadalia
  • liputan6
    BBM atau Bahan Bakar Minyak adalah materi apapun yang bisa diubah menjadi energi.
    BBM
  • liputan6
    Informasi terkini mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari berbagai penyedia seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, serta panduan terkait pendaftaran QR Code BBM subsidi dan jenis-jenis BBM yang tersedia.
    Harga BBM
  • Menteri ESDM
  • Bahan Bakar Minyak