Harga Emas Antam Anjlok Lagi, 1 Gram Dipatok Segini Hari Ini 13 Maret 2026

Simak daftar harga emas Antam hari ini Jumat 13 Maret 2026.

Diterbitkan 13 Maret 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam anjlok lagi pada perdagangan Jumat (13/3/2026), usai merosot  kemarin. Harga emas Antam hari ini lebih murah Rp 21.000.

Mengutip laman logammulia.com, harga emas antam hari ini dibanderol Rp 3.021.000 per gram. Pada perdagangan Kamis kemarin, harga emas Antam ditetapkan Rp 3.042.000 per gram.

Untuk harga buyback emas Antam hari ini juga merosot. Hari ini harga buyback emas Antam terpangkas Rp 21.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam ditetapkan Rp 2.783.000.

Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.783.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini Jumat, 13 Maret 2026:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.560.500
  • Harga emas 1 gram: Rp 3.021.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.982.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.948.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 14.880.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 29.705.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 74.137.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 148.195.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 296.312.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 740.515.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.480.820.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.961.600.000.

Harga Emas dan Perak

Sebelumntya, harga emas turun lebih dari 1% pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan berkurangnya harapan akan penurunan biaya pinjaman karena perang Iran yang sedang berlangsung memicu kekhawatiran inflasi.

Dikutip dari CNBC, Jumat (13/3/2026), harga emas di pasar spot turun 1,1% menjadi USD 5.118,16 per ons. Sedangkan harga emas AS untuk kontrak pengiriman April ditutup 1% lebih rendah pada USD 5.125,80.

Kurs Dolar AS menguat untuk sesi ketiga perdagangan berturut-turut. Mata uang AS merupakan aset safe-haven yang kompetitif, dan mata uang AS yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Indeks dolar yang lebih tinggi, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, dan kurangnya pemotongan suku bunga merupakan faktor negatif, tetapi konflik di Timur Tengah telah menghasilkan beberapa aliran dana ke aset aman,” kata Kepala Ahli Strategi Pasar di Blue Line Futures, Phillip Streible.

Dua kapal tanker terbakar di perairan Irak dalam sebuah peningkatan  serangan Iran yang telah memutus pasokan energi Timur Tengah. Sebagai reaksi, harga minyak naik tajam pada hari itu.

Iran akan membalas dendam atas darah para martirnya, menjaga Selat Hormuz tetap tertutup dan menyerang pangkalan-pangkalan AS,  kata Pemimpin Tertinggi yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei  .

Harga minyak mentah yang lebih tinggi memicu inflasi dengan menaikkan biaya transportasi dan produksi. Emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi suku bunga yang tinggi membebani emas dengan membuat aset yang menghasilkan imbal hasil menjadi lebih menarik.

“Jika mereka dapat mencegah harga minyak naik lebih jauh, emas seharusnya berada di posisi yang baik... Dari sisi bullish untuk emas, argumen utamanya adalah pembelian oleh bank sentral dan arus masuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang stabil, yang tetap positif sepanjang tahun,” tambah Streible.

 

Harga Perak dan Logam Lain

Bank sentral Chili melakukan pembelian emas besar pertamanya setidaknya sejak tahun 2000. Pada bulan Februari, bank tersebut meningkatkan cadangan emasnya menjadi USD 1,108 miliar, naik dari USD 42 juta pada bulan Januari, setara dengan 2,2% dari total cadangan.

Di tempat lain, harga perak turun 1% menjadi USD 84,90. Harga perak naik lebih dari 146% tahun lalu.

Para analis di BMI menulis dalam sebuah catatan bahwa mereka memperkirakan harga perak rata-rata akan mencapai USD 93 per ons pada tahun 2026, dengan permintaan investasi yang kuat akan mengkonsolidasikan kenaikan yang terjadi pada tahun 2025, dan mengimbangi penurunan permintaan akibat kenaikan harga di sektor panel surya dan perhiasan.

Harga platinum di pasar spot turun 1,1% menjadi USD 2.145,75, dan harga paladium turun 1% menjadi USD 1.620,86. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6