Harga Emas Hari Ini Merosot Tersengat Penguatan Dolar AS

Harga emas dunia di pasar spot dan kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) kompak tertekan.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 06:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas turun tipis pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026 (Kamis waktu Jakarta). Harga emas dunia melemah didorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi yang membayangi yang memperkuat harapan kenaikan suku bunga.

Mengutip CNBC, Kamis (12/3/2026), harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD 5.169,02 per ounce pada pukul 13.33 ET (17.33 GMT) setelah menguat pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup merosot 1,2% menjadi USD 5.179,10.

Adapun indeks dolar AS naik tipis 0,4%. Mata uang AS lebih kuat membuat komoditas yang diharga dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

“Pasar emas tampaknya berada dalam tarik-ulur antara permintaan aset aman yang didorong oleh perang dan kekhawatiran atas suku bunga yang tinggi dalam jangka waktu lama,” ujar Vice President dan Senior Metals Strategis Zaner Metals, Peter Grant.

Emas secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, tetapi menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Harga minyak naik 4% karena serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran akan gangguan pasokan, dan analis mengatakan proposal Badan Energi Internasional untuk melepaskan cadangan minyak tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran tersebut.

Iran mengatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai USD 200 per barel. Pasukan Iran menyerang kapal-kapal dagang dan menembaki Israel dan target lainnya di seluruh Timur Tengah.

Sementara itu, data menunjukkan indeks harga konsumen AS naik 0,3% pada Februari, sesuai dengan perkiraan dan di atas kenaikan 0,2% pada Januari. CPI naik 2,4% dalam setahun hingga Februari, juga sesuai dengan ekspektasi. Sekarang fokus beralih ke data indeks harga PCE Januari yang tertunda dan akan dirilis pada Jumat.

 

Prediksi Harga Emas

Analis di Standard Chartered mencatat tidak jarang emas mengalami tekanan penurunan selama beberapa minggu di tengah kebutuhan akan uang tunai.

“Kami mempertahankan pandangan positif jangka panjang kami dan memperkirakan emas akan melanjutkan tren kenaikannya di luar aksi ambil untung jangka pendek,” mereka menambahkan.

Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 3,5% menjadi USD 85,34 per ons, platinum spot turun 0,8% menjadi USD 2.183,10, dan paladium turun 1,4% menjadi USD 1.631,59.

 

Harga Emas Menguat

Sebelumnya, harga emas naik hampir 2% pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) didukung oleh dolar Ameika Serikat (AS) yang melemah dan meredanya kekhawatiran inflasi seiring dengan penurunan harga minyak di tengah indikasi bahwa konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir.

Dikutip dari CNBC, Rabu (11/3/2026), harga emas di pasar spot naik 1,9% menjadi USD 5.231,79 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup 2,7% lebih tinggi pada USD 5.242,10.

Indeks dolar AS melemah, mendukung harga emas karena dolar yang lebih lemah membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga minyak anjlok pada hari Selasa setelah melonjak ke level tertinggi lebih dari tiga tahun pada sesi sebelumnya karena Presiden AS Donald Trump memperkirakan perang di Timur Tengah dapat segera berakhir, meredakan kekhawatiran tentang gangguan berkepanjangan terhadap pasokan minyak.

Namun, di lapangan, tidak ada tanda-tanda perang mereda. Warga Teheran yang dihubungi Reuters menggambarkan pemboman ibu kota oleh AS-Israel semalam sebagai yang paling sengit dalam konflik tersebut.

“Dengan harga minyak yang mereda dari puncaknya di atas USD 100 , masih inflasi dan oleh karena itu mendukung harga emas, tetapi tidak lagi cukup tinggi untuk secara serius membatasi kemampuan The Fed untuk memangkas suku bunga. Investor semakin yakin bahwa perdagangan penurunan nilai mata uang mungkin akan kembali menguat seiring berjalannya waktu,” kata Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.

Meskipun dipandang sebagai ⁠lindung nilai terhadap inflasi, emas kehilangan daya tariknya ketika suku bunga naik, karena tidak menawarkan imbal hasil.

 

Harga Perak dan Logam Lain

Investor juga menantikan data indeks harga konsumen AS dan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang akan dirilis akhir pekan ini. Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan mendatang tanggal 17-18 Maret.

Sementara itu, harga emas di Dubai diperdagangkan lebih murah dibandingkan London karena pembatasan penerbangan yang disebabkan oleh konflik tersebut membuat lebih banyak emas batangan tetap berada di pasar lokal, sementara permintaan tetap lesu.

Harga perak naik 2,7% menjadi USD 89,39. Harga platinum naik 2,2% menjadi USD 2.229,15, sementara harga paladium turun 0,9% menjadi USD 1.675,50.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6