Garuda Indonesia Bakal Jadi Holding Maskapai BUMN pada 2026

Danantara memastikan Garuda Indonesia akan menjadi induk holdong membawahi Pelita Air dan Citilink.

Diterbitkan 10 Februari 2026, 20:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan Garuda Indonesia akan menjadi holding maskapai BUMN. Konsolidasi itu ditargetkan selesai pada kuartal I-2026 ini. Dony memastikan Garuda Indonesia akan menjadi induk holding membawahi Pelita Air dan Citilink. Langkah ini memastikan kalau maskapai pelat merah tak gabung dengan Holding BUMN Sektor Aviasi dan Pariwisata, InJourney.

"Garuda di kuartal I ini udah pindah, cepat mereka. Iya Garuda Indonesia induk, (bawahnya) ada Citilink, ada Pelita," ungkap Dony, ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dony menjelaskan hal ini sejalan dengan transformasi perusahaan pelat merah yang disusun. "Makanya kan saya selalu bilang kan, kita harus pisahkan antara problem dengan konsep, secara bisnis itu dia harus menyatu di dalam satu ekosistem airlines kita kan," ujar dia.

Kepala Badan Pengaturan BUMN ini juga memastikan Garuda Indonesia tak akan menjadi beban maskapai pelat merah lainnya. Pasalnya, proses penyehatannya sudah dilakukan secara serius.

"Nanti masalah ketakutan masyarakat bahwa ini nanti jadi problem kalau bergabung, kan itu kita sudah akan berbaik kan? Pasti kita harus monitor juga proses transformasi daripada Garuda Indonesia, ini nantinya lebih bagus," jelas Dony Oskaria.

Rencana Merger Garuda Indonesia dan Pelita Air

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memastikan proses pembahasan terkait rencana merger dengan Pelita Air masih berlangsung. Vice President Director Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menegaskan perseroan masih berada pada tahap kajian bersama para pemegang saham terkait.

"Ya, itu adalah satu yang kita masih dalam tahap pembicaraan dengan pemegang sahamnya, yaitu Danantara, dan juga dengan Pertamina," ujarnya dalam Public Expose, Kamis, 27 November 2025. 

Ia menambahkan, saat ini Garuda Indonesia masih melakukan kajian mendalam sebelum dapat menyampaikan perkembangan lebih jauh kepada publik.

"Sekarang ini kita sedang menjalankan kajian dan melihat beberapa opsi untuk hal tersebut, jadi saya belum bisa menjelaskan secara detail, tapi itu sedang kita lakukan sekarang," tutur Thomas.

Tak Jadi Kanibal

Sebelumnya, Pj Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna menyatakan, perusahaan siap mengikuti arahan pemegang saham terkait rencana bergabung dengan Garuda Indonesia. Menurut dia, saat ini fokus utama Pelita Air adalah tetap memberikan layanan optimal bagi masyarakat, sementara keputusan akhir mengenai bentuk aksi korporasi tersebut sepenuhnya berada di tangan pemegang saham.

Tak Jadi Kanibal

Untuk diketahui, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) masih mengkaji penggabungan atau merger Pelita Air dengan Garuda Indonesia. Langkah konsolidasi itu dipastikan tak saling kanibal.

Managing Director Danantara, Febriany Eddy menyampaikan penggabungan Pelita-Garuda itu bagian dari penataan bisnis BUMN berdasarkan sektornya. 

"Enggak lucu juga kalau Pelita ada di sektor sendiri kan pelita adalah bagian dari airline business. Tadi kuncinya adalah dalam rencananya pasti akan dipastikan untuk tidak saling kanibal," ungkap Febriany dalam temu media di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Sabtu (15/11/2025).

Hapus Persaingan Internal

Dia menegaskan, konsep itu berlaku untuk semua BUMN. Pada sektor aviasi, Garuda Indonesia dan Citilink pun diminta tidak saling memakan pasar konsumennya. 

Sehingga, konsolidasi yang nanti dilakukan pada Garuda Indonesia dan Pelita Air untuk menghapus persaingan antarBUMN dan memastikan segmen konsumennya.

"Yang jelas bagian dari streamline dan konsolidasi adalah menghapus internal competition dan saling kanibal itu. Jadi segmen mesti jelas, target mesti jelas," kata dia.

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6