Pelajari Program Gentengisasi, Menteri Ara OTW ke Majalengka

Menteri PKP Maruarar Sirait mulai merealisasikan program "Gentengisasi" dengan menerjunkan tim khusus ke Majalengka, Jawa Barat.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan, pemerintah mulai melakukan langkah konkret untuk mempelajari rencana program gentengisasi. Langkah pertama yang dijalankan adalah meluncur ke Majalengka, Jawa Barat, yang dikenal sebagai sentra industri genteng nasional.

Pria yang akrab disapa dengan Menteri Ara ini mengaku telah berkomunikasi langsung dengan jajaran pemerintah daerah setempat, mulai dari bupati, wakil bupati, hingga sekretaris daerah. Ia memastikan akan menurunkan tim dari kementerian untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

“Gentengisasi saya sudah izin, komunikasi sama teman-teman di Majalengka. Saya sudah telepon bupatinya, wakil bupati, sekdanya, dan saya akan turunkan tim,” ujar Maruarar di Kantor Kementerian PKP, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan memiliki pemahaman yang cukup mendalam mengenai wilayah Jatiwangi karena Majalengka merupakan daerah pemilihannya selama 15 tahun. Selain itu, Maruarar juga menyebut dirinya kerap berkunjung ke kawasan tersebut, termasuk saat kampanye bersama Presiden Prabowo Subianto pada 21 Januari 2024.

“Jadi Jatiwangi saya tahu betul persis. Saya bolak-balik ke situ, jadi saya ngerti sekali di situ,” katanya.

Dalam kunjungan ke Majalengka nanti, Maruarar berencana bertemu langsung dengan para pengusaha genteng, tenaga kerja, serta melihat secara menyeluruh ekosistem industri genteng yang ada.

“Ya jadi saya akan datang ke sana untuk ketemu pengusahanya gentengnya, tenaga kerjanya, ekosistemnya. Kita sudah punya sedikit kajian,” pungkasnya.

AHY akan Jalankan Gentengisasi lewat Program Bedah Rumah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan melaksanakan gagasan Presiden Prabowo Subianto soal gentengisasi. Nantinya, gagasan tersebut akan dijalankan melalui program renovasi rumah rakyat.

Menurutnya, gentengisasi yang digagas Prabowo pada dasarnya sejalan dengan konsep bedah rumah yang sudah dijalankan pemerintah.

"Yang salah satu elemennya selain tentu yang lain-lain dibenahi, apakah sanitasinya, MCK-nya. Tapi juga kalau rusak atapnya diganti dengan genteng yang lebih baik," kata AHY kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (5/2).

Ketua Umum Partai Demokrat menilai, gagasan gentengisasi merupakan gagasan yang baik. Selain baik dalam sisi kesehatan, juga menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak.

"Kalau seng, beliau (Prabowo) mengatakan biasanya lebih panas. Kemudian juga bisa korosi atau berkarat, dan lain sebagainya, ketahanannya, begitu ya," ujarnya.

AHY menilai, gentengisasi sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang aman, sehat dan serta indah.

Dia menyebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Menteri Pekerjaan Umum juga sudah mendapatkan arahan dari Presiden soal gagasan itu.

"Saya ingin terus mendorong juga dan tentunya mengkoordinasikan hal-hal yang perlu dikawal di lapangan," pungkasnya.Sebelumnya, Prabowo telah mengungkapkan rencananya untuk meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI, yang salah satu programnya adalah gentengisasi.

 

Sulit Jadi Indah

Ia menyebutkan bahwa saat ini hampir semua desa dan kota di Indonesia menggunakan atap berbahan seng, yang mudah berkarat dan membuat penghuni rumah merasa kepanasan.

"Saya lihat, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita, maaf ya banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat," kata Prabowo dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).

Prabowo berpendapat bahwa Indonesia akan sulit menjadi indah jika semua atap rumah dan bangunan terbuat dari seng. Oleh karena itu, ia meminta agar semua atap di Indonesia menggunakan genteng.

"Maaf, saya tidak tahu ini dulu industri aluminium dari mana. Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng ya. Jadi ini gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi," jelasnya.Menurutnya, harga alat pabrik genteng tidak mahal karena bahan bakunya berasal dari tanah yang dicampur dengan zat limbah lainnya. Hal ini membuat genteng menjadi ringan dan kuat untuk digunakan sebagai atap rumah.

"Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," ujar Prabowo.

 

Koperasi Desa Merah Putih Terlibat

Dia juga menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan dilengkapi dengan pabrik pembuatan genteng. Prabowo mengajak kepala daerah untuk mempercantik kotanya melalui proyek gentengisasi.

"Ini serius ya. Bupati wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, kecamatanmu indah, desamu indah," tuturnya.

Prabowo berharap agar di masa depan, atap rumah atau bangunan di Indonesia tidak terlihat berkarat. Ia menginginkan Indonesia menjadi tempat yang indah, kuat, bangkit, dan masyarakatnya bahagia.

"Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6