Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berencana membentuk BUMN Tekstil baru lewat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Namun, Danantara diminta agar memiliki strategi yang berbeda agar mampu menangkap potensi pasar dan bersaing.
Associate Director BUMN Research Universitas Indonesia, Toto Pranoto memandang pembeda itu diperlukan mengingat tantangan industri tekstil Tanah Air. Termasuk, tujuannya agar mampu bersaing dengan negara-negara sentra tekstil lainnya.
"Kalau Danantara berencana akan bangun industri tekstil lagi, berarti musti ada strategi diferensiasi yang sangat berbeda supaya ada segmentasi pasar yang berbeda dengan negara kompetitor di Asia," ungkap Toto saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (20/1/2026).
Advertisement
Dia memandang industri tekstil merupakan sektor padat karya yang membutuhkan banyak pekerja. Tantangan saat ini, industri tekstil Indonesia dihadapkan oleh penurunan daya saing antarnegara di kawasan Asia.
"Menurut saya daya saing tekstil Indonesia merosot karena masalah daya saing teknologi dan biaya SDM yang tidak kompetitif," ujarnya.
Atas hal tersebut, kata Toto, banyak perusahaan beralih ke negara dengan kebijakan upah murah seperti Bangladesh, India, hingga Vietnam.
Gandeng Swasta
Toto menyarankan, BUMN tekstil yang dibentuk nantinya turut bekerja sama dengan perusahaan swasta yang sudah menjalankan ekspor produk tekstil. Bisa dibilang, BUMN langsung masuk dalam rantai pasok industri nasional dan regional.
Dia menuturkan, hal tersebut akan menguntungkan Danantara karena telah lama BUMN tidak masuk dalam industri tekstil nasional.
"Saya kira BUMN sudah lama tidak terlibat di industri ini. Jadi ada baiknya Danantara juga melibatkan exportir tekstil swasta yang berpengalaman buat ber-partner dengan BUMN di tahap awal ini," beber dia.
Singgung Kejayaan Sritex
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383964/original/082146600_1760706112-Mensesneg_Prasetyo_Hadi.jpg)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, pembentukan BUMN baru di bidang tekstil untuk mengembalikan kejayaan industri pakaian seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Pemerintah setidaknya membutuhkan investasi USD 6 miliar atau sekitar Rp101,4 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.900 per dolar.
"Kalau berkenaan dengan BUMN Tekstil, sebetulnya bukan sesuatu yang baru ya karena di bawah Danantara, kita sekarang memiliki satu BUMN yang memang fokus diminta fokus untuk menangani masalah garmen, kemudian masalah tekstil, terutama yang berkaitan dengan kemarin kejadian yang menimpa PT Sritex,” katanya kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Advertisement
Selamatkan Sritex
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3461209/original/082069500_1621525571-sritexsritex.jpg)
Ia menyampaikan, pemerintah sedang menyiapkan semua kebutuhan yang ada. Lagi, Sritex menjadi cerminan pemerintah untuk bisa menaikan perekonomian.
Bagaimana tidak, menurut dia, perusahaan tersebut telah memperkerjakan 10.000 karyawan. Produk yang dihasilkan pun sudah menyebarluas, tidak hanya dalam negeri tapi juga ekspor ke berbagai negara.
"Sehingga PT Sritex, bagaimanapun kita harus selamatkan dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan karena di sana kurang lebih mempekerjakan 10.000 karyawan dan cukup besar kegiatan ekonomi yang dihasilkan dari produk-produk pakaian, seragam, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor ke mancanegara,” ucapnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2959704/original/057857100_1573025191-Pekerja_Pabrik_Tekstil_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323905/original/076903200_1786680625-syr.records_1786505095_3961813189058577110_38707518712.jpgLip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323701/original/008105100_1786656379-Kevin_C_Akbar_-_Juara__Individual__The_Indonesia_Pro-Am_presented_by_Combiphar___Nomura_2023._Credit__Faizal_Rachman_TIPA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323679/original/007686700_1786633942-IDX__IIX___BRIDS_Gelar_Indonesia_Thematic_Bonds_Roundtable.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498488/original/012344400_1770708812-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_2.26.42_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323560/original/025387400_1786620053-IMG_6453.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3392807/original/024131100_1614839198-KRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)