Masih Aman, Menkeu Purbaya Hitung Defisit Anggaran di Kisaran 2,78 Persen

Menkeu Purbaya terus berkomunikasi dengan DPR perihal defisit anggaran. Namun menurutnya sejauh ini defisit anggaran masih berada di koridor aturan.

Diterbitkan 31 Desember 2025, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) mengungkapkan kemungkinan defisit anggaran di kisaran 2,78 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Melebarnya defisit anggaran ini menyusul tingkat belanja pemerintah yang cukup tinggi.

Dia bilang, kemungkinan itu terbuka atas hitungan sementara belanja pemerintah dan penerimaan negara. Meskipun dia meyakini kalau defisit anggaran tidak melebihi 3 persen PDB, sesuai dengan mandat Undang-Undang.

"Di atas itu (2,78 persen), yang jelas kami tidak melanggar Undang-Undang 3 persen, dan kami komunikasi terus dengan DPR," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Bendahara Negara ini menyebut, defisit bisa semakin melebar ketika ada pengeluaran secara tiba-tiba dengan jumlah besar. Hanya saja, sejauh ini dia mencatat belum ada belanja pemerintah yang besar secara mendadak.

"Nanti defisitnya bisa melebar kencang kalau ada gagal uang masuk atau ada pengeluaran tiba-tiba yang besar, tapi sampai sekarang enggak ada pengeluaran yang besar tiba-tiba dan sebetulnya perkiraan uang yang masuk sudah akan terjadi. Jadi saya bilang sampai saya bilang tadi, terkendali," beber dia.

 

Menkeu Purbaya Belum Tenang

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum bisa tenang hingga tutup tahun 2025. Pasalnya, dia masih harus memastikan arus masuk kas negara dan total belanja pemerintah sepanjang tahun.

Hal itu membuatnya tidak bisa tidur. Padahal dia mengira bisa lebih tenang ketika menjabat sebagai Bendahara Negara.

"Baru tahu saya. Saya pikir kalau Menteri Keuangan 31 Desember udah tenang, rupanya belum tuh. Semalam aja saya nggak bisa tidur, uangnya masuk enggak ya, uangnya masuk enggak ya," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

 

Belanja Pemerintah Tumbuh 5 Persen

Dia menjelaskan, belanja pemerintah diperkirakan tumbuh sekitar 4-5 persen di 2025 ini. Meskipun, pada aspek penerimaan masih lebih rendah dari prediksi awal. Hal ini berpengaruh pada defisit anggaran pemerintah.

Kemudian, data final soal belanja dan penerimaan negara baru bisa diketok pada 31 Desember 2025 tengah malam. Purbaya masih memikirkan arus uang tersebut hingga batas finalnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6