Subsidi DME Baru Bara Gantikan LPG, Kementerian ESDM Tunggu Danantara

Kementerian ESDM masih menunggu kajian Danantara terkait subsidi bagi proyek Dimethyl Ether (DME), atau DME batu bara sebagai pengganti LPG.

Diterbitkan 15 Desember 2025, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menunggu kajian Danantara terkait subsidi bagi proyek Dimethyl Ether (DME), atau DME batu bara yang digadang-gadang bakal jadi pengganti LPG.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menyampaikan, keputusan terkait subsidi ini akan sangat bergantung pada hasil analisis detail dari tiap proyek hilirisasi.

"Kita mesti ngelihat terlebih dulu apa yang sudah dianalisis oleh Danantara. Karena itu belum spesifik," ujar Erani saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Erani menegaskan bahwa pengecekan akan dilakukan secara mendetail, proyek per proyek untuk seluruh proyek hilirisasi, termasuk DME.

Menurut dia, kebutuhan fasilitas dan kebijakan khusus dari pemerintah akan berbeda-beda tergantung karakteristik masing-masing proyek.

"Ada mungkin untuk proyek A tidak perlu ada fasilitasi atau kebijakan khusus dari pemerintah, tapi mungkin untuk proyek B ada beberapa hal yang mesti dilakukan oleh pemerintah, misalnya bantuan infrastruktur maupun yang lain, masing-masing beda-beda," tuturnya.

FS untuk 18 Proyek Hilirisasi

Adapun, Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi telah menerima masukan terkait 18 proyek prioritas hilirisasi yang studi kelayakannya (Feasibility Study/FS) tengah dibahas oleh Danantara. Masukan tersebut mencakup aspek bahan baku, penetapan lokasi, kebutuhan investasi, hingga potensi hilirisasi yang dapat dibawa ke ranah ekspor.

"Dan nanti akan disesuaikan dengan hasil kajian FS yang sudah dikerjakan oleh Danantara," imbuh Erani.

Proyek DME batu bara sendiri merupakan bagian dari 18 proyek prioritas nasional. Studi kelayakan proyek ini telah diserahkan kepada Danantara dengan total nilai investasi mencapai USD 38,63 miliar atau sekitar Rp 618 triliun.

Produksi DME direncanakan akan tersebar di beberapa lokasi, antara lain Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, dan Banyuasin.

 

Incar Proyek PTBA di Sumsel

Sebelumnya, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, tengah memetakan lokasi proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG. Salah satunya di Sumatera Selatan yang jadi tempat operasional PT Bukit Asam (PTBA).

"Salah satu yang sejak awal didorong untuk masuk ke DME salah Bukit Asam. Jadi pastinya mungkin lokasinya akan di wilayah sana, Sumatera Selatan," ujar Todotua saat ditemui di Westin Jakarta, beberapa waktu lalu.

Adapun lokasi tambang batu bara utama PT Bukit Asam memang berada di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dengan wilayah operasional meliputi Air Laya, Muara Tiga Besar, dan Banko.

 

 

 

Pertamina Salurkan 983 Tabung LPG Dukung Dapur Umum Korban Banjir Sumatera

Sebelumnya, Pertamina melaui Pertamina Patra Niaga terus bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk mendukung percepatan penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Hingga saat ini, Pertamina Patra Niaga tercatat telah menyalurkan total 983 tabung LPG untuk memenuhi kebutuhan operasional dapur umum dan posko pengungsian di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bantuan Bright Gas untuk memastikan pasokan LPG di Dapur Umum untuk memasak di pengungsian tetap aman.

"Kami terus memantau kondisi di lapangan. Hingga kini, total 983 tabung LPG telah kami salurkan, yang terdiri dari 244 tabung pada tahap tanggap darurat awal dan tambahan 739 tabung Bright Gas 12 kg yang difokuskan untuk wilayah Aceh dan sekitarnya. Harapan kami, dapur umum dapat terus beroperasi maksimal melayani kebutuhan pangan pengungsi," ujar Roberth, Minggu (14/12/2025).

 

Dukung Dapur Umum

Adapun bantuan untuk mendukung dapur umum pada beberapa harir terakhir berupa 739 tabung Bright Gas disalurkan untuk operasional posko dapur umum di Provinsi Aceh untuk posko di Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Gayo Lues.

Sementara itu, 244 tabung lainnya telah tersebar sebelumnya di berbagai titik dapur umum yang mencakup wilayah Sumatera Barat (Padang, Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar), Sumatera Utara (Tapanuli Tengah, Medan), hingga sebagian wilayah Aceh.

"Dukungan ini adalah wujud komitmen Pertamina Patra Niaga untuk hadir di tengah masyarakat. Kami terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat agar penyaluran energi, baik BBM maupun LPG, tepat sasaran dan membantu mempercepat pemulihan pascabencana," tutup Roberth.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6