Amerika Serikat dan Swiss Raih Kesepakatan Tarif Dagang

Perusahaan-perusahaan di Swiss berjanji akan investasi di Amerika Serikat setelah kesepakatan tarif disetujui.

Diterbitkan 15 November 2025, 10:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) dan Swiss telah mencapai kesepakatan dagang. Tarif bea masuk akan dikurangi menjadi 15%.

Mengutip CNBC, Sabtu (15/11/2025), dalam sebuah unggahan di platform X yang sebelumnya bernama Twitter mengatakan, bea masuk akan dikurangi menjadi 15%. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, perusahaan-perusahaan Swiss telah berjanji untuk investasi sekitar USD 200 miliar atau Rp 3.341 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.706) di Amerika Serikat hingga akhir 2028. Investasi itu mencakup pendanaan untuk pendidikan dan pelatihan.

Sementara itu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga menyebutkan, pihaknya telah mencapai kesepakatan dagang dengan Swiss.

“Pada dasarnya kami telah mencapai kesepakatan dengan Swiss. Mereka akan mengirimkan banyak manufaktur ke Amerika Serikat. Farmasi, peleburan emas, peralatan kereta api, jadi kami sangat antusias dengan kesepakatan itu, dan apa artinya bagi manufaktur AS,” kata dia.

Greer menambahkan rincian lebih lanjut tentang kesepakatan tersebut, “telah benar-benar digarap sejak April,”. Hal itu  akan dipublikasikan di situs web Gedung Putih.

Kesepakatan ini berarti tarif khusus negara yang dikenakan pada barang-barang Swiss akan sama dengan tarif yang dikenakan pada barang-barang yang dibawa ke AS dari Uni Eropa.

"Seperti semua kesepakatan presiden, kami mempertahankan tarif,” kata Greer pada Jumat.

Greer menuturkan, pihaknya harus mengendalikan defisit perdagangan. "Namun, karena Swiss, misalnya, telah setuju untuk mengelola surplus perdagangannya dengan Amerika Serikat, dalam hal memastikan bahwa barang-barang yang memiliki surplus perdagangan dengan kami, farmasi, emas, dan sebagainya, perusahaan mereka akan membangun di sini, sehingga akan menghilangkan beberapa sumber surplus tersebut,” ia menambahkan.

 

Bakal Berdampak Positif ke Swiss

Ia menunjuk raksasa farmasi Swiss, Roche, yang awal tahun ini berjanji untuk berinvestasi USD 50 miliar atau Rp 835,33 triliun di AS.

"Pengumuman pengurangan tarif tambahan AS atas impor Swiss akan berfungsi untuk menstabilkan hubungan perdagangan bilateral,” kata pemerintah Swiss dalam pernyataannya pada Jumat.

"Meskipun tarif secara keseluruhan tetap lebih tinggi daripada sebelum tarif tambahan diberlakukan pada April, pengurangan tarif tambahan yang disepakati diperkirakan akan berdampak positif pada perekonomian Swiss.”

Pada Juli, Presiden Donald Trump mengumumkan Swiss akan dikenakan tarif sebesar 39%. Hal ini terjadi ketika delegasi Swiss gagal mencapai kesepakatan dengan pejabat AS dalam perundingan terakhir di Washington.

Hal ini berarti Swiss akan dikenakan salah satu tarif tertinggi yang diberlakukan terhadap satu negara oleh pemerintahan Trump.

 

 

Franc Swiss Menguat

Swiss, negara dengan ekonomi yang didorong oleh ekspor, telah terpukul oleh tarif tersebut. Bulan lalu, pejabat Swiss memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara tersebut untuk 2026, dengan alasan “beban berat” bea masuk AS terhadap industri-industrinya.

Ekspor terbesarnya meliputi jam tangan, farmasi, dan logam mulia, tetapi negara ini juga terkenal dengan barang-barang mewah, cokelat, dan produk perawatan kulitnya.

Franc Swiss menguat 0,4% terhadap dolar AS setelah pengumuman kesepakatan perdagangan pada Jumat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6