WGC: Indonesia Berpotensi Saingi China Jadi Pasar Emas Dunia

World Gold Council (WGC) prediksi Indonesia akan menjadi pasar kunci pada pasar emas ke depan, sejajar dengan China dan India.

Diterbitkan 12 November 2025, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - World Gold Council (WGC) melihat prospek cerah bagi pasar emas Indonesia, meski harga logam mulia itu terus meroket dalam setahun terakhir.

Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC, Shaokai Fan, menilai dengan kombinasi antara populasi muda, pertumbuhan ekonomi yang cepat, dan peningkatan pendapatan masyarakat membuat Indonesia berpotensi menjadi pemain kunci dalam pasar emas global.

"Fakta bahwa Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya masih muda, dengan pertumbuhan yang relatif cepat dan pendapatan yang selalu meningkat," kata Shaokai Fan, dalam media briefing atas peluncuran Laporan Analisis Wawasan Konsumen Indonesia, di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Shaokai bahkan menyebut, dalam beberapa tahun ke depan, posisi Indonesia bisa sejajar dengan China dan India sebagai konsumen utama emas dunia.

"Kami memandang Indonesia akan menjadi pemain atau pasar kunci pada pasar emas di masa depan dan mungkin suatu hari bisa setara dengan China dan India sebagai konsumen utama emas," ujarnya.

WGC pun memastikan akan terus mendampingi perkembangan pasar emas di Tanah Air dengan memperkuat jaringan kemitraan lokal dan memastikan akses terhadap emas semakin mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Menurutnya tren tersebut, Indonesia berpeluang besar menjadi “bintang baru” dalam peta investasi emas global sebuah transformasi dari negara konsumen menjadi pusat pertumbuhan emas di kawasan Asia.

Hasil Survei WGC Terkait Konsumen Emas di Indonesia

Shaokai Fan menyebut kenaikan harga justru menjadi ujian ketahanan minat masyarakat terhadap emas. Menurutnya, survei terbaru menunjukkan sebagian besar investor Indonesia tetap menaruh minat tinggi pada emas, bahkan setelah harganya hampir berlipat ganda dibandingkan tahun lalu.

"Sekitar 85% investor Indonesia yang pernah berinvestasi emas menyatakan akan mempertimbangkan untuk berinvestasi kembali dalam 12 bulan ke depan, dan 14% lainnya menunjukkan minat untuk berinvestasi kembali di waktu mendatang," ujarnya.

Sementara itu, di antara investor yang belum pernah berinvestasi emas, sekitar 26% tertarik untuk mempertimbangkan memulai investasi emas dalam 12 bulan ke depan, dan 62% lainnya menyatakan minat terhadap investasi emas di waktu mendatang.

Data itu menggambarkan emas masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menjaga nilai aset dan ketahanan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi global.

 

Edukasi dan Akses Jadi Kunci Pertumbuhan

WGC mencatat, salah satu tantangan terbesar bagi pasar emas di Indonesia bukan pada minat, melainkan kurangnya informasi dan edukasi investasi.

Banyak calon investor yang belum membeli emas karena belum memahami fungsi emas dalam portofolio keuangan mereka, atau tidak tahu cara mengakses produk emas yang aman dan terpercaya.

"Oleh karena itu, WGC berkomitmen untuk bekerjasama erat dengan para mitra kami di Indonesia, untuk memastikan bahwa Indonesia tetap mendapatkan akses yang lebih baik terhadap emas di masa depan," pungkas Fan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6