Alasan CEO Tesla Elon Musk Ingin Paket Gaji Jumbo

Miliarder sekaligus CEO Tesla Elon Musk berbicara kepada investor mengenai paket gaji jumbo Tesla.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 21:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder sekaligus CEO Tesla Elon Musk menuturkan perlu melindungi Tesla dari dua firma riset berpengaruh yang memberikan saran kepada pemegang saham tentang cara memilih. Ia menilai, ISS dan Glass Lewis sebagai “corporate terrorist”.

Elon Musk menuturkan, ia perlu membangun sahamnya di Tesla agar bisa menjadi triliuner pertama di dunia. Namun, pekan ini, ia mengatakan, tujuannya bukan untuk meningkatkan kekayaan yang terbesar di dunia. Sebaliknya, ia mengatakan, paket gaji terbesar dalam sejarah diperlukan untuk melindungi perusahaannya.

"Saya tidak akan menghabiskan uangnya,” ujar Elon Musk seperti dikutip dari CNN, Sabtu (25/10/2025), dalam sebuah pembicaraan dengan investor pada Rabu pekan ini.

Ia mengatakan, perlu ada kendali suara yang cukup untuk memberi dirinya pengaruh kuat. “Tetapi tidak terlalu banyak sehingga saya tidak bisa dipecat jika saya bertindak gila,” kata dia.

Elon Musk menilai perlu melindungi Tesla dari dua firma riset berpengaruh yang memberi saran kepada pemegang saham tentang cara memilih yakni ISS dan Glass Lewis. Ia menggambarkan ISS dan Glass Lewis sebagai “corporate terrorist.

“Saya tidak merasa nyaman membangun pasukan robot di sini, dan kemudian disingkirkan karena beberapa rekomendasi bodoh dari ISS dan Glass Lewis yang sama sekali tidak tahu apa-apa,” kata dia.

“Mereka telah membuat banyak rekomendasi buruk di masa lalu yang jika rekomendasi tersebut diikuti, akan sangat merusak masa depan perusahaan,” ia menambahkan.

Elon Musk mengklaim dana indeks pasif yang mengendalikan sebagian besar saham Tesla mengikuti rekomendasi ISS dan Glass Lewis. Namun, suara pemegang saham selalu mengikuti rekomendasi dewan Tesla. Meskipun pemegang saham telah memberikan suara menentang rekomendasi dewan perusahaan lain, hal itu cukup jarang.

 

Rekomendasi Paket Gaji Elon Musk

Misalnya, Glass Lewis dan ISS merekomendasikan suara menentang paket gaji besar sebelumnya untuk Musk. Namun, para pemegang saham menyetujui paket tersebut pada 2018 dengan 73% saham dipegang oleh investor selain Musk dan saudaranya.

Setelah hakim Delaware membatalkan paket gaji tersebut dengan keputusan yang menyatakan tidak sesuai dengan kepentingan pemegang saham, Tesla mengadakan pemungutan suara lagi dan kali ini disetujui oleh pemegang 84% saham.

Kedua perusahaan tersebut dilaporkan juga telah merekomendasikan suara menentang paket gaji terbaru Musk. Tidak ada perusahaan yang menanggapi permintaan komentar pada Kamis pagi tentang Musk yang menyebut mereka sebagai teroris.

Elon Musk kini memiliki 413 juta lembar saham Tesla secara langsung dan memiliki opsi untuk membeli 304 juta lembar saham tambahan dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga saat ini, tetapi opsi tersebut telah dua kali ditolak oleh hakim Delaware. Mahkamah Agung Delaware mendengarkan argumen dalam kasus tersebut awal bulan ini.

 

 

Elon Musk Ingin Tambahan 10% Saham Tesla

413 juta lembar saham yang dimilikinya dan 96 juta lembar saham tambahan bersyarat yang telah disetujui Tesla jika keputusan pengadilan Delaware dikuatkan akan memberinya sekitar 16% dari saham perusahaan yang beredar. Musk telah berulang kali mengatakan ia menginginkan tambahan sekitar 10% saham Tesla.

Paket gaji yang sekarang sedang dalam proses pemungutan suara dapat memberinya opsi untuk membeli 423,7 juta lembar saham Tesla tambahan.

Namun, Musk hanya akan mendapatkan saham tersebut jika nilai saham Tesla meningkat secara signifikan pada  tahun-tahun mendatang. Opsi tersebut akan bernilai mendekati USD 1 triliun atau Rp 16.621 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.621) jika perusahaan mencapai target valuasi yang lebih tinggi yang tercantum dalam paket tersebut.

 

Alasan Beri Insentif kepada Elon Musk

Dewan direksi Tesla mengatakan paket tersebut diperlukan agar Musk tetap fokus pada Tesla mengingat semua kepemilikan dan kepentingannya yang lain. Ia juga CEO SpaceX dan pemilik utama perusahaan AI, xAI, yang memiliki platform media sosial X yang ia beli saat masih Twitter, dan beberapa perusahaan lainnya.

"Musk juga mengemukakan kemungkinan bahwa ia mungkin akan mengejar minat lain yang mungkin memberinya pengaruh lebih besar," kata perwakilan perusahaan yang mengusulkan paket tersebut.

"Singkatnya, mempertahankan dan memberi insentif kepada Elon sangat penting bagi Tesla untuk mencapai tujuan-tujuan ini dan menjadi perusahaan paling berharga dalam sejarah."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6