Kilang Dumai Terbakar, Ternyata jadi Lokasi Penghasil BBM Pertalite hingga LPG

Kilang Dumai yang terbakar merupakan Kilang Pengolahan Minyak terbesar ketiga di Indonesia dengan tingkat kompleksitas / NCI 7.5.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 23:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kilang Dumai terbakar pada Rabu malam, 1 Oktober 2025. Petugas penanganan diterjunkan untuk menangani kebakaran kilang dumai dengan melakukan isolasi  agar kejadian tidak meluas ke area lain.

Area Manager Communication Relation & CSR Kilang Dumai Agustiawan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian Kilang Dumai terbakar yang membuat masyarakat sekitar terganggu kenyamanannya. "Mohon bantuan doa dari masyarakat, agar kejadian ini dapat segera kami tangani dengan baik," kata dia, Rabu (1/10/2025).

Dia mengatakan jika penyebab kebakaran Kilang Dumai belum diketahui, dan tim masih fokus pada upaya penanganan kejadian.

Melansir laman Pertamina, Kilang Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia dengan tingkat kompleksitas / NCI 7.5. Kilang ini memiliki kapasitas total sebesar 170 MBPOD dengan output produk yaitu Solar, Avtur, Pertalite, Pertadex, MFO-LS, LSFO, UCO, NBF, Smooth Fluid, LPG dan Green Coke.

Menurut sejarahnya Kilang Dumai terdiri dari 2 unit kilang yaitu Kilang yang beroperasi di Dumai, Riau dan di Sungai Pakning, Riau. Kilang yang pertama dibangun adalah Kilang Sungai Pakning dimana Kilang ini dimulai konstruksinya pada tahun 1969, disusul dengan Kilang Dumai yang dimulai konstruksinya pada tahun 1981.

Kilang Dumai bernilai sangat strategis dan berperan penting, karena turut berkontribusi memasok 16% kebutuhan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan sebagian wilayah Kalimantan.

Secara historis, Kilang Dumai juga dikenal oleh masyarakat lokal dengan sebutan ”Kilang Minyak Putri Tujuh”, karena di dalamnya terdapat Pesanggrahan Putri Tujuh  yang menjadi bagian dari sejarah dan legenda Putri Tujuh yang berkaitan dengan asal-usul Kota Dumai.  

 

Pernah Kebakaran di 2023

Sebelumnya, kebakaran pernah terjadi juga pada kilang ini. Kala itu  ledakan keras terdengar dari dalam kilang minyak Pertamina Dumai pada Sabtu malam sekitar pukul 22.40 WIB, 1 April 2023.  Dari kejadian itu, selain sebagian kilang berhenti berproduksi, banyak rumah warga terdekat rusak ringan dengan kaca pecah dan sebagian plafon roboh.

Termasuk fasilitas rumah ibadah dan sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan. Kilang Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 170 MBSD atau setara dengan 16,5 persen dari total kapasitas kilang yang dimiliki Pertamina.

Mayoritas produk dari kilang Dumai adalah produk solar yang dihasilkan dari Crude Distillation Unit (CDU) dan Hydrocracking Unit (HCU). Produk kilang Dumai disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Bagian Utara. Kilang Dumai merupakan salah satu kilang penyangga 26 persen kebutuhan energi nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6